Sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura dan Peninggalannya

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 13:10 WIB
Kerajaan Melayu Islam ini pernah berdiri di Provinsi Riau sekitar tahun 1723 Masehi. Berikut sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura serta jejak peninggalannya. Sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura serta jejak peninggalannya. (Istana Siak Sri Indrapura, Foto: iStockphoto/Imam Fahroji)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerajaan Siak Sri Indrapura atau Kesultanan Siak merupakan kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri sekitar tahun 1723 Masehi.

Berdasarkan sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura yang dikutip situs Siakkab, kesultanan ini terletak di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dengan pusat pemerintahannya di Buantan.

Sebelum berdiri sendiri menjadi Kerajaan Siak, kekuasaan terdahulunya berada di bawah naungan Kesultanan Johor.


Kesultanan Siak dibangun atas perpecahan Kesultanan Johor karena unsur perebutan kekuasaan secara internal.


Asal Usul Berdirinya Kerajaan Siak

Pekanbaru, Indonesia, 04 April 2016: Siak Sri Inderapura Palace or Asserayah Hasyimiah Palace or East Sun Palace is the official residence of Sultan Siak which was built in 1889, during the reign of Sultan Syarif Hasyim.Sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura serta jejak peninggalannya. (Foto Istana Siak Sri IndrapuraatauAsserayah Hasyimiah: iStockphoto/Imam Fahroji)

Pada 1723 M, seorang putra Raja bernama Raja Kicik (Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah) dari pasangan Sultan Mahmud Syah (Raja Johor) dan Encik Pong menjadi pendiri Kerajaan Siak.

Tapi sebelum resmi mendirikan kerajaannya sendiri, Raja Kicik ini sempat mengalami perang saudara dengan pihak Johor.

Serpihan catatan sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura menyebut bahwa Raja Kicik memisahkan diri ke pinggiran sungai Buantan atau anak sungai Siak.

Sedangkan pihak Johor memilih pergi ke wilayah Pahang. Raja Kicik pun mulai mendirikan kerajaan sendiri dengan nama Siak yang diambil dari tumbuhan siak-siak.

Raja Kerajaan Siak

Berikut nama-nama raja Kerajaan Siak yang diurutkan berdasarkan periode pemerintahannya. 

  1. Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723-1746)
  2. Sultan Muhammad Abdul Jalil Jalaluddin Syah (1746-1760)
  3. Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah (1760-1761)
  4. Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (1761-1766)
  5. Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (1765-1779)
  6. Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah (1779-1781)
  7. Sultan Yahya Abdul Jalil Muzaffar Syah (1781-1791)
  8. Sultan As-Sayyid Al-Sharif Ali Abdul Jalil Syaifuddin (1791-1811)
  9. Sultan As-Sayyid Al-Sharif Ibrahim Abdul Jalil Khalliludin (1811-1827)
  10. Sultan As-Sayyid Al-Sharif Ismail Abdul Jalil Syaifuddin (1827-1865)
  11. Sultan As-Sayyid Al-Sharif Kassim Abdul Jalil Syaifuddin (1864-1889)
  12. Sultan As-Sayyid Al-Sharif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (1889-1908)
  13. Sultan As-Sayyid Al-Sharif Kassim Abdul Jalil Syaifuddin II (1915-1945)

Masa Kejayaan Kerajaan Siak

Keberadaan Kerajaan Siak cukup memiliki pengaruh besar terutama di pesisir Timur Sumatera sampai Semenanjung Malaya.

Bahkan kerajaan ini pun dapat berpengaruh hingga ke Sambas, Kalimantan Barat, dan menjadi pengendali jalur pelayaran antara Sumatera dengan Kalimantan.

Terutama di masa kepemimpinan Sultan Syarif Hasyim, bangunan istana megah Siak berdiri dan terjadi kemajuan ekonomi sampai dirinya bisa melawat ke Eropa yaitu Jerman serta Belanda.

Kedudukan raja di istana Asserayah Hasyimiah (istana Siak) diwariskan ke putranya Sultan Kasim Abdul Jalil Syaifuddin II pada 1915.

Masa Runtuhnya Kerajaan Siak

Awal mula penyebab runtuhnya Kerajaan Siak yaitu saat kolonial Belanda melakukan ekspansi ke wilayah Pulau Sumatera.

Kemudian pihak Belanda pernah memaksa salah satu Sultan Siak untuk menandatangani perjanjian bahwa kawasan Siak menjadi bagian pemerintahan Hindia Belanda.

Meski dalam situasi diambang kemunduran karena wilayah Siak semakin dipersempit. Kesultanan Siak mampu bertahan sampai periode kemerdekaan Indonesia.

Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Sultan Syarif Kasim II menemui Bung Karno untuk menyerahkan Kerajaan Siak dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Siak

Seluruh jejak peninggalan sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura masih dapat dilihat sampai sekarang, yaitu di Istana Siak Sri Indrapura (Asseraiyah Hasyimiah atau istana Siak).

Istana Siak ini pernah menjadi tempat tinggal Sultan Hasyim yang berlokasi di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kampung Dalam, Kp. Dalam, Siak, Kabupaten Siak, Riau, dan terbuka untuk umum.

(avd/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK