Kemenkes Bantah Indonesia Jadi Episentrum Covid-19 Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 20/07/2021 12:37 WIB
Kemenkes mengatakan WHO tidak pernah mengkategorikan sebuah negara sebagai episantrum Covid-19, apalagi ditujukan khusus untuk Indonesia. Momen pemakaman dengan protokol Covid-19 di Bekasi, Jawa Barat, pada Juni 2021. (AP/Achmad Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi membantah isu yang menyebutkan bahwa Indonesia menjadi episentrum penyebaran virus Corona (Covid-19) dunia.

Nadia mengatakan sejauh ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak pernah mengkategorikan sebuah negara menjadi episentrum penyebaran Covid-19, apalagi ditujukan khusus untuk Indonesia.

"Jadi itu WHO tidak pernah mengatakan ya, sebuah negara jadi episentrum Covid-19. Rasanya WHO juga tidak menyatakan Indonesia sebagai episentrum penyebaran ya," kata Nadia melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/7).


Nadia lantas menjelaskan, WHO sejauh ini hanya menjelaskan tingkat kegawatdaruratan kondisi pandemi Covid-19 di sebuah negara melalui level-level situasi.

Setiap level itu memiliki jumlah parameter yang berbeda-beda, baik dari tambahan kasus positif, kasus aktif, kasus sembuh, hingga kasus kematian warga akibat Covid-19.

Ia juga menyebut, WHO mengukur level krisis suatu daerah lewat dua faktor, yaitu laju penularan dan kapasitas kesiapan pelayanan kesehatan.

Laju penularan diukur dari jumlah kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk, kasus yang ditangani di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes itu pun mengatakan saat ini Indonesia tengah mengadopsi level-level kondisi pandemi WHO menjadi level transmisi komunitas 0-4 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Level 4 menjadi kriteria tertinggi dalam sistem penilaian ini. Daerah dengan status level 4 mencatat lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

"Panduan penyesuaian respons kesehatan masyarakat dan mobilitas sosial tersebut lah yang menjadi ukuran penerapan PPKM darurat di Jawa-Bali dan 15 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali. Jadi istilah episentrum tidak pernah digunakan WHO," jelasnya.

Sejumlah media asing sebelumnya menyoroti lonjakan kasus infeksi virus Corona di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Beberapa media bahkan menyebut saat ini Indonesia menjadi episentrum atau pusat penularan Covid-19 dunia.

Dalam artikel berjudul 'The Pandemic Has a New Epicenter: Indonesia', surat kabar Amerika Serikat, The New York Times melaporkan peningkatan infeksi Covid-19 dan kematian harian Indonesia telah melebihi India dan Brasil.

Selain The New York Times, portal berita AS, CNN, juga melaporkan hal serupa. CNN mengangkat tren infeksi Covid-19 Indonesia yang telah melebihi India, yang baru-baru ini juga menghadapi gelombang baru virus Corona.

Beberapa media asing seperti portal berita Nikkei Asia, Bloomberg, hingga ABC News dari Australia, turut melaporkan isu serupa di mana Indonesia diprediksi akan menjadi episentrum penularan corona di dunia jika lonjakan Covid-19 harian tidak segera menurun.

Sejumlah negara seperti Jepang, Taiwan, hingga Vietnam bahkan telah menyiapkan rencana evakuasi warganya dari Indonesia karena situasi Covid-19 yang kian memburuk.

(khr/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK