Evaluasi Satgas soal PPKM Darurat: Tingkat Kematian Tinggi

CNN Indonesia | Sabtu, 24/07/2021 06:02 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 menyebut PPKM darurat memang menekan mobilitas masyarakat. Tapi, itu belum menekan tingkat kematian akibat covid. Satgas penanganan covid menyebut PPKM darurat memang berhasil menekan mobilitas masyarakat. Tapi di tengah keberhasilan itu, angka kematian akibat covid masih tinggi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengatakan tingkat kematian Covid-19 di Indonesia selama 14 hari pelaksanaan PPKM darurat masih tergolong tinggi.

Namun demikian, Ganip menyampaikan angka kesembuhan kasus juga tergolong tinggi. Kondisi itu, diiringi dengan penurunan pada bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19.

"Secara mobilitas sudah menurun, intinya kan pada pembatasan mobilitas, kemudian tingkat BOR menurun, tingkat kesembuhan tinggi. Namun demikian, kami harus akui bahwa tingkat kematian tinggi," kata Ganip dalam tayangan CNNIndonesia TV, Jumat (23/7) malam.


Ganip menyatakan, pihaknya di bawah komando Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, terus melakukan monitoring dan perbaikan kinerja di lapangan agar penyebaran Covid-19, khususnya varian delta, bisa ditekan.

Selain itu, Ganip mengaku pemerintah juga terus berusaha untuk meningkatkan testing, tracing, dan treatment (3T) untuk mencegah penularan yang lebih luas.

Jika mengacu pada target yang ditetapkan, pemerintah sebelumnya menargetkan akan melakukan 324.283 tes dalam sehari mulai PPKM Darurat 3 Juli lalu.

Namun demikian target-target itu belum sempat terealisasi. Dalam 18 hari PPKM Darurat Jawa-Bali dan 7 hari PPKM Darurat luar Jawa-Bali, rata-rata jumlah testing pemerintah hanya di 139.360 orang yang diperiksa dalam sehari.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir, jumlah testing menurun seiring dengan penurunan kasus. Pada 18 Juli misalnya, jumlah warga yang diperiksa turun menjadi 138.046 orang, selanjutnya 19 Juli 127.461 orang, 20 Juli 114.674 orang, dan terakhir 21 Juli naik meski tidak signifikan, yakni 116.232 orang yang diperiksa dalam sehari.

"Bicara testing dan tracing ini, banyak elemen dan komponen yang disiapkan, mulai dari swabber, tracer, tempat isolasi, ini mekanisme terus kita tingkatkan dan perbaiki. Memang sudah dibuktikan ketika testing dan tracing tinggi, bisa ditemukan case penularan yang tinggi,"ujarnya.

(yoa/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK