Rangkuman Covid: Hari Terakhir PPKM Level 4, RK Butuh Vaksin
CNN Indonesia
Minggu, 25 Jul 2021 18:44 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pembatasan mobilitas masyarakat bakal kembali dilakukan berkenaan dengan informasi PPKM Level 4 bakal diperpanjang hingga 8 Agustus mendatang
Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Sumatera Utara berusia 45 tahun bernama Slamet Sianipar dipukuli warga menggunakan bambu, bahkan hingga diseret, karena memeluk dan meludahi warga usai dinyatakan positif virus corona (Covid-19).
Sementara itu, sejumlah di daerah dikabarkan telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, hingga 8 Agustus. Namun, pemerintah meminta warga agar menunggu keputusan resmi dari pusat terkait perpanjangan PPKM Darurat.
Berikut sejumlah peristiwa yang dirangkum CNNIndonesia.com terkait perkembangan pandemi Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterisian RS di DKI Turun
Situs resmi Covid-19 DKI Jakarta melaporkan bahwa tingkat keterisian rumah sakit di Ibu Kota mulai menurun setelah jumlahnya mencapai 90 persen sepekan sebelumnya.
Berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id di Jakarta per Sabtu (24/7), pukul 20.15 WIB, keterisian tempat tidur pada ruang perawatan dan perawatan intensif (ICU) mengalami penurunan hingga sekitar 70-80 persen.
Jumlah tersebut juga tercatat untuk tingkat keterisian kamar isolasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta, menyebut penurunan tersebut merupakan imbas PPKM Darurat.
Kasus Covid Belum Melandai
Laju penyebaran Covid-19 tercatat belum mengalami pelandaian hingga keempat PPKM Level 4, pada Sabtu (24/7). PPKM Level 4 diketahui diumumkan Presiden Joko Widodo sebagai pengganti PPKM Darurat yang berakhir 20 Juli lalu.
Namun, berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan Covid-19, hingga hari keempat PPKM Level 4, angka penambahan harian Covid-19 masih terbilang fluktuatif di atas 30 ribu. Rinciannya masing-masing, 33.772 kasus pada 21 Jul, 45.509 pada 22 Juli, 49.071 pada 23 Juli, 45.416 pada 24 Juli, dan 38.679 pada 25 Juli.
Dengan penambahan itu, pemerintah dikabarkan bakal memperpanjang PPKM. Sebab, Presiden Joko Widodo sebelumnya mensyaratkan bahwa pelonggaran PPKM akan dilakukan jika kasus harian melandai.
Pembatasan mobilitas masyarakat bakal kembali dilakukan berkenaan dengan informasi PPKM Level 4 bakal diperpanjang hingga 8 Agustus mendatang (CNN Indonesia/Andry Novelino)
PPKM Dikabarkan Diperpanjang
Sejumlah daerah telah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Level 4 hingga 8 Agustus mendatang. Beberapa di antaranya seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Bandar Lampung, dan beberapa kabupaten kota di Jawa dan Bali.
Hal itu terungkap dalam unggahan Instagram @Lampuung. Dalam unggahan itu disebutkan, 45 kabupaten/kota di 21 provinsi di luar Jawa-Bali akan menerapkan PPKM level 4 pada 26 Juli-8 Agustus 2021.
Meski demikian, pemerintah lewat Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Alia Karenina mengatakan perpanjangan PPKM akan diumumkan resmi lewat konferensi pers. Namun, ia juga tak membantah atau membenarkan kabar perpanjangan PPKM di sejumlah daerah.
Warga Positif Covid Keluyuran
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, tindakan warga yang memukuli Slamet Sianipar (45) dilakukan untuk mengamankan yang bersangkutan.
Kata Hadi, upaya itu dilakukan karena Slamet mencoba menyebarkan virus dengan secara acak mengejar warga, memeluk, hingga meludahi warga. Hadi menyebut Slamet terus berteriak membantah keberadaan Covid-19 sambil melakukan aksinya.
Polisi saat ini telah memeriksa anggota keluarga dan warga setempat buntut kejadian tersebut. Termasuk warga yang ikut dan menyaksikan insiden pemukulan terhadap Slamet.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku bahwa daerahnya saat ini kekurangan vaksin. Emil, sapaan akrabnya, menyebut bahwa jumlah vaksinasi di Jabar hingga saat ini baru dilakukan terhadap 4,5 juta warga dari target 35 juta.
Dengan jumlah itu, Emil menyebut bahwa tingkat kebutuhan vaksin di Jabar termasuk yang paling besar. Saat ini, kata dia, jumlah penduduk di Jabar mencapai 50 juta. Dengan asumsi itu, syarat vaksinasi untuk menciptakan herd immunity harus dilakukan terhadap 70 persen warga atau 35 juta.
"Jadi tantangan kepala daerah-daerah di Jawa Barat ini memang cukup lumayan," ujarnya.
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku baru menerima dosis vaksin untuk 4,5 juta warga, sementara target vaksinasi 35 juta warga (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Update Kasus Harian
Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa jumlah penambahan harian Covid-19 di hari kelima atau terakhir PPKM Level 4, naik sebanyak 38.679 kasus.
Dengan demikian, kasus total Covid-19 nasional memyentuh 3.166.505 kasus, sejak pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020 lalu.
Dari jumlah kasus positif itu, sebanyak 2.509.318 di antaranya telah sembuh. Pasien yang sembuh dari infeksi Covid-19 bertambah 37.640 pada hari ini. Sedangkan, total kasus meninggal mencapai 83.279 atau bertambah 1.266 dari sehari sebelumnya.
Kasus aktif kini ada sebanyak 573.908 atau turun 227 dari hari sebelumnya. Kasus aktif merupakan jumlah pasien yang masih terinfeksi virus corona. Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 173.472.
Update Vaksinasi
Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah warga yang divaksinasi dosis satu telah mencapai 44,4 juta atau 21,35 per per Minggu (25/7). Sedangkan, untuk dosis dua jumlahnya mencapai 17,9 juta atau 8,60 persen.
Jumlah vaksinasi terbanyak masih didominasi oleh petugas pelayanan publik dan tenaga kesehatan, yang angkanya masing-masing mencapai 143 dan 108 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua, masing-masing sebanyak 59 dan 98 persen.
Sebaliknya, jumlah vaksinasi terendah terjadi pada remaja, yang angkanya baru mencapai 699 ribu target 26 juta remaja.
Warga Sumatera Utara berusia 45 tahun bernama Slamet Sianipar dipukuli warga menggunakan bambu, bahkan hingga diseret, karena memeluk dan meludahi warga usai dinyatakan positif virus corona (Covid-19).
Sementara itu, sejumlah di daerah dikabarkan telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, hingga 8 Agustus. Namun, pemerintah meminta warga agar menunggu keputusan resmi dari pusat terkait perpanjangan PPKM Darurat.
Berikut sejumlah peristiwa yang dirangkum CNNIndonesia.com terkait perkembangan pandemi Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterisian RS di DKI Turun
Situs resmi Covid-19 DKI Jakarta melaporkan bahwa tingkat keterisian rumah sakit di Ibu Kota mulai menurun setelah jumlahnya mencapai 90 persen sepekan sebelumnya.
Berdasarkan data dari laman corona.jakarta.go.id di Jakarta per Sabtu (24/7), pukul 20.15 WIB, keterisian tempat tidur pada ruang perawatan dan perawatan intensif (ICU) mengalami penurunan hingga sekitar 70-80 persen.
Jumlah tersebut juga tercatat untuk tingkat keterisian kamar isolasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta, menyebut penurunan tersebut merupakan imbas PPKM Darurat.
Kasus Covid Belum Melandai
Laju penyebaran Covid-19 tercatat belum mengalami pelandaian hingga keempat PPKM Level 4, pada Sabtu (24/7). PPKM Level 4 diketahui diumumkan Presiden Joko Widodo sebagai pengganti PPKM Darurat yang berakhir 20 Juli lalu.
Namun, berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan Covid-19, hingga hari keempat PPKM Level 4, angka penambahan harian Covid-19 masih terbilang fluktuatif di atas 30 ribu. Rinciannya masing-masing, 33.772 kasus pada 21 Jul, 45.509 pada 22 Juli, 49.071 pada 23 Juli, 45.416 pada 24 Juli, dan 38.679 pada 25 Juli.
Dengan penambahan itu, pemerintah dikabarkan bakal memperpanjang PPKM. Sebab, Presiden Joko Widodo sebelumnya mensyaratkan bahwa pelonggaran PPKM akan dilakukan jika kasus harian melandai.
Pembatasan mobilitas masyarakat bakal kembali dilakukan berkenaan dengan informasi PPKM Level 4 bakal diperpanjang hingga 8 Agustus mendatang (CNN Indonesia/Andry Novelino)
PPKM Dikabarkan Diperpanjang
Sejumlah daerah telah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Level 4 hingga 8 Agustus mendatang. Beberapa di antaranya seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Bandar Lampung, dan beberapa kabupaten kota di Jawa dan Bali.
Hal itu terungkap dalam unggahan Instagram @Lampuung. Dalam unggahan itu disebutkan, 45 kabupaten/kota di 21 provinsi di luar Jawa-Bali akan menerapkan PPKM level 4 pada 26 Juli-8 Agustus 2021.
Meski demikian, pemerintah lewat Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Alia Karenina mengatakan perpanjangan PPKM akan diumumkan resmi lewat konferensi pers. Namun, ia juga tak membantah atau membenarkan kabar perpanjangan PPKM di sejumlah daerah.
Warga Positif Covid Keluyuran
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, tindakan warga yang memukuli Slamet Sianipar (45) dilakukan untuk mengamankan yang bersangkutan.
Kata Hadi, upaya itu dilakukan karena Slamet mencoba menyebarkan virus dengan secara acak mengejar warga, memeluk, hingga meludahi warga. Hadi menyebut Slamet terus berteriak membantah keberadaan Covid-19 sambil melakukan aksinya.
Polisi saat ini telah memeriksa anggota keluarga dan warga setempat buntut kejadian tersebut. Termasuk warga yang ikut dan menyaksikan insiden pemukulan terhadap Slamet.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku bahwa daerahnya saat ini kekurangan vaksin. Emil, sapaan akrabnya, menyebut bahwa jumlah vaksinasi di Jabar hingga saat ini baru dilakukan terhadap 4,5 juta warga dari target 35 juta.
Dengan jumlah itu, Emil menyebut bahwa tingkat kebutuhan vaksin di Jabar termasuk yang paling besar. Saat ini, kata dia, jumlah penduduk di Jabar mencapai 50 juta. Dengan asumsi itu, syarat vaksinasi untuk menciptakan herd immunity harus dilakukan terhadap 70 persen warga atau 35 juta.
"Jadi tantangan kepala daerah-daerah di Jawa Barat ini memang cukup lumayan," ujarnya.
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku baru menerima dosis vaksin untuk 4,5 juta warga, sementara target vaksinasi 35 juta warga (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Update Kasus Harian
Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa jumlah penambahan harian Covid-19 di hari kelima atau terakhir PPKM Level 4, naik sebanyak 38.679 kasus.
Dengan demikian, kasus total Covid-19 nasional memyentuh 3.166.505 kasus, sejak pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020 lalu.
Dari jumlah kasus positif itu, sebanyak 2.509.318 di antaranya telah sembuh. Pasien yang sembuh dari infeksi Covid-19 bertambah 37.640 pada hari ini. Sedangkan, total kasus meninggal mencapai 83.279 atau bertambah 1.266 dari sehari sebelumnya.
Kasus aktif kini ada sebanyak 573.908 atau turun 227 dari hari sebelumnya. Kasus aktif merupakan jumlah pasien yang masih terinfeksi virus corona. Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 173.472.
Update Vaksinasi
Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah warga yang divaksinasi dosis satu telah mencapai 44,4 juta atau 21,35 per per Minggu (25/7). Sedangkan, untuk dosis dua jumlahnya mencapai 17,9 juta atau 8,60 persen.
Jumlah vaksinasi terbanyak masih didominasi oleh petugas pelayanan publik dan tenaga kesehatan, yang angkanya masing-masing mencapai 143 dan 108 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua, masing-masing sebanyak 59 dan 98 persen.
Sebaliknya, jumlah vaksinasi terendah terjadi pada remaja, yang angkanya baru mencapai 699 ribu target 26 juta remaja.