Madrasah di Bawah Kemenag, Nadiem Tak Beri Jatah Laptop

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jul 2021 16:24 WIB
Program pemberian laptop gratis yang digagas Menteri Nadiem Makarim hanya untuk lembaga pendidikan di bawah naungan Kemendikbudristek. Kemendikbudristek tidak mengalokasikan laptop gratis untuk madrasah karena berada di bawah naungan Kemenag (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyatakan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama seperti madrasah tidak akan mendapat bantuan laptop yang diberikan melalui program Digitalisasi Sekolah.

Pembagian laptop gratis lewat Digitalisasi Sekolah merupakan program yang digagas Menteri Nadiem Makarim untuk institusi pendidikan di bawah Kemendikbudristek.

"Iya [tidak diberikan untuk madrasah], yang di bawah Kemenag dikelola oleh Kemenag pastinya," kata Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek Samsuri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/7).


Samsuri menjelaskan pemberian paket teknologi informasi dan komunikasi (TIK) hanya diberikan kepada sekolah di bawah Kemendikbudristek yang membutuhkan atau masih kekurangan paket TIK.

Hal ini pun dikonfirmasi oleh Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Zain.

"Tidak ada program tersebut (bagi-bagi laptop untuk madrasah)," tuturnya.

Zain mengatakan Kemenag juga memiliki program digitalisasi yang diterapkan untuk madrasah. Namun saat ini bentuknya bukan berupa membagi-bagi laptop dan alat TIK lainnya.

Mengutip situs resmi Kemenag, pembelajaran digital mulai didorong di madrasah sejak Oktober 2020 melalui program reformasi madrasah. Program ini dilakukan melalui kerja sama antara Kemenag dengan Bank Dunia.

Bank Dunia memberikan bantuan sebesar Rp3,75 triliun untuk memberikan pengadaan alat belajar serta materi pendukung dalam pembelajaran digital. Program dilakukan secara bertahap mulai dari madrasah negeri sampai di pelosok.

"Dalam kesepakatan ini, 500 ribu siswa madrasah akan mendapat akses platform pembelajaran digital dengan teknologi terkini," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali pada Februari lalu.

Sementara baru-baru ini, Nadiem menganggarkan Rp17,42 triliun untuk bantuan laptop dan perangkat TIK kepada sekolah-sekolah di penjuru daerah melalui program Digitalisasi Sekolah.

Program ini sudah berjalan di 120 sekolah hingga tahun 2021. Bantuan yang diberikan meliputi laptop, access point, konektor, layar proyektor, speaker aktif hingga internet router.

(fey/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER