Jokowi Tak Singgung Lonjakan Kematian Saat Perpanjang PPKM

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 20:03 WIB
Jokowi hanya menyinggung kasus positif covid dan kasus sembuh harian saat memberikan pernyataan tentang perpanjangan PPKM level 4. Ilustrasi. Ambulance di lokasi TPU Rorotan, Jakarta. (CNN Indonesia/Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo tidak menyinggung sama sekali soal lonjakan kematian akibat Covid-19 saat mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (2/8).

Jokowi justru mengklaim sejumlah keberhasilan dalam PPKM Level 4. Ia menyebut ada dampak baik dalam skala nasional usai penerapan kebijakan itu.

"PPKM Level 4 yang diberlakukan tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus kemarin telah membawa perbaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya, baik konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan dan persentase BOR," kata Jokowi, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden.


Penambahan kasus Covid-19 hari ini berada di angka 38.325 kasus. Jumlah kasus aktif pun kembali naik ke angka 550.192 kasus.

Selama penerapan PPKM Level 4 sejak tanggal 26 Juli, Indonesia telah melaporkan 311.856 kasus Covid-19. Dengan kata lain, rata-rata ada 38.982 kasus baru setiap hari sepanjang PPKM Level 4.

Terkait angka kematian yang tak disinggung Jokowi. Hari ini, 1.280 orang pasien Covid-19 tercatat meninggal dunia.

Total ada 13.724 orang meninggal dunia karena Covid-19 pada 26 Juli-2 Agustus. Bahkan, Indonesia mencetak rekor 2.069 kematian pada 27 Juli 2021.

Di akhir pidato, Jokowi menekankan angka penularan kasus Covid-19 masih terus bergerak. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Walau sudah ada perbaikan, namun perkembangan kasus Covid-19 masih sangat dinamis dan fluktuatif. Sekali lagi, kita harus terus waspada dalam melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan kasus Covid-19 ini," tuturnya.

(dhf/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK