Polisi Setop Kasus Dugaan Ancaman oleh Anggota DPRD Pangkep

CNN Indonesia | Selasa, 03/08/2021 21:47 WIB
Polisi menyatakan anggota DPRD Pangkep Amiruddin dan pengelola Rumah Tahfiz Alquran di Makassar sepakat berdamai dan menyelesaikan kasus secara kekeluargaan. Polisi mengentikan kasus dugaan pengancaman Anggota DPRD Pangkep, Amiruddin. Sebelumnya, Amiruddin menutup akses Rumah Tahfiz Alquran di Kota Makassar. Ilustrasi (CNN Indonesia/Ilham)
Makassar, CNN Indonesia --

Kasus dugaan pengancaman oleh anggota DPRD Kabupaten Pangkep, Amiruddin terhadap pengelola dan santri Rumah Tahfiz Alquran dihentikan usai kedua belah pihak sepakat berdamai.

Abd Wasi, selaku pelapor telah mencabut laporannya sejak 24 Juli lalu. Amiruddin dan pengelola Rumah Tahfiz Alquran di Kota Makassar setuju menyelesaikan masalah yang timbul secara kekeluargaan.

"Pelapor sudah mencabut laporannya, atas dasar perdamaian," kata Kapolsek Panakukang, AKP Andi Ali Surya, Selasa (3/8).


Ali mengatakan kedua belah pihak juga sudah bertemu setelah peristiwa Amiruddin menutup akses masuk ke rumah Tahfiz Alquran.

Ia memastikan pihaknya tidak akan melanjutkan kasus tersebut. Meski sebelumnya, pihak kepolisian telah memeriksa Amiruddin terkait laporan pengancaman.

"Tidak ada juga tekanan, malah banyak yang mendukung, maksudnya banyak yang mau. Sehingga kasusnya sudah dihentikan," ujarnya.

Laporan tersebut bermula ketika anggota DPRD Pangkep Amiruddin menutup akses rumah Tahfiz Alquran di Kota Makassar, dengan pagar tembok. Amiruddin diduga mengancam pengelola rumah tersebut dengan senjata tajam.

Politikus PAN itu juga diduga merusak pintu belakang rumah dan mengancam dua orang santri, Takdir dan Ramli. Atas insiden tersebut, Abd Wasi melaporkan peristiwa itu di Polsek Panakukang.

Setelah menjadi sorotan Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat, Amiruddin pun membongkar sendiri pagar tembok tersebut.

(mir/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK