Kemensos Respons Kasus Anak Ditinggal Orang Tua Karena Covid

Kemensos, CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 15:16 WIB
Kemensos merespons kasus keterpisahan anak yang muncul di tengah pandemi, yang antara lain disebabkan oleh orang tua yang meninggal terpapar Covid-19. Kemensos merespons kasus keterpisahan anak yang muncul di tengah pandemi, yang antara lain disebabkan oleh orang tua yang meninggal terpapar Covid-19. (Foto: Kemensos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi, namun juga sosial. Sejumlah kasus keterpisahan anak bermunculan, dengan penyebab antara lain orang tua yang menjalani isolasi mandiri, dirawat karena terpapar, atau meninggal dunia.

Sejalan dengan instruksi Menteri Sosial Tri Rismaharini agar Kementerian Sosial (Kemensos) memperhatikan anak sebagai kelompok rentan, jajaran pun bergerak cepat merespons kasus keterpisahan anak yang menimpa Vino (10) di Kalimantan Timur, dan penyandang disabilitas intelektual BSS (18) di Sumatera Utara.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kanya Santi mengatakan, kedua orang tua Vino meninggal usai terpapar Covid-19. Vino yang tinggal di Kabupaten Kutai Barat lalu dijemput oleh sang kakek yang tinggal di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dengan didampingi Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kabupaten Sragen, dan difasilitasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sragen.


KemensosKemensos merespons kasus keterpisahan anak yang muncul di tengah pandemi, yang antara lain disebabkan oleh orang tua yang meninggal terpapar Covid-19. (dok. Kemensos)

Setelah berziarah ke makam, kakek dan Vino diantar langsung oleh rombongan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat menuju Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, bersiap untuk penerbangan ke Bandara Juanda Surabaya bersama Sakti Peksos Januri.

"Selanjutnya mereka dijemput oleh staf Dinas Sosial Kabupaten Sragen untuk kembali ke rumahnya di Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah," kata Kanya.

Kemensos melalui Tim Respon Darurat Balai Budi Luhur Banjarbaru yang terdiri dari pekerja dan penyuluh sosial ditegaskan akan memberi dukungan psikososial, motivasi, dan penguatan, baik kepada Vino maupun kakeknya. Selain itu, tim juga memberi paket pelindung diri berupa masker medis, hand sanitizer, face shield, dan sarung tangan, sekaligus mengedukasi agar Vino dan kakek mematuhi protokol kesehatan yang sesuai.

Kanya menyebut, Vino akan tinggal bersama keluarga di Kabupaten Sragen dan melanjutkan sekolah di sana. Sementara dalam kasus BSS, diketahui pria tersebut tidak punya tempat tinggal usai orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

"BSS lebih banyak dikurung sehingga dinas sosial setempat, aparat desa, dan warga setempat tidak mengetahui keberadaannya," ujar Kanya.

Kepala Balai Medan Lyana Siregar lantas menugaskan Kepala Subbag Tata Usaha Budi Prayitno bersama dua pekerja sosial, Maidinse Hutasoit dan Ilzami, untuk merespons kasus. Per 1 Agustus lalu, BSS telah dipindahkan ke asrama putra, dan akan mendapat pendampingan serta pelatihan terkait kegiatan sehari-hari.

"Harapannya, BSS cukup mandiri untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari sendiri yang sederhana," kata Lyana.

Dia menambahkan, pihaknya pun berusaha melakukan penelusuran keluarga dan tempat layanan yang tepat bagi BSS.

Kanya memaparkan, Kemensos telah memiliki protokol pengasuhan anak terdampak Covid-19 yang bekerja sama dengan lembaga lain maupun pemerintah daerah setempat. "Intinya kita hendak memastikan ketika ada orang tua dirawat di RS, maka RS bertanya apakah ada anak di rumah dan siapa yang mengasuh, untuk kemudian dilaporkan ke Dinsos dan diurus," katanya pada Rabu (4/8).

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK