Pemerintah mengklaim pelacakan pasien positif Covid-19 naik tiga kali lipat selama PPKM Level 4 berlaku (CNN Indonesia / Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah baru saja memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa-Bali hingga 16 Agustus 2021, sementara untuk wilayah di luar Jawa-Bali berlaku hingga 23 Agustus 2021.
Pemerintah memperpanjang masa PPKM lantaran menilai lonjakan kasus virus corona (Covid-19) belum menurun signifikan. Kendati demikian, pemerintah mengklaim PPKM Level 4 yang berlaku 3-9 Agustus berbuah hasil yang positif.
Tren Penurunan Kasus
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada penurunan dalam tren kasus positif baru. Jauh lebih sedikit ketimbang 2-3 pekan sebelumnya.
"Dari data yang didapat, penurunan telah terjadi hingga 59,6 persen dari puncak kasus di tanggal 15 Juli 2021 yang lalu," kata Luhut.
Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah kasus baru mencapai 313.784 dalam sepekan di periode 15-21 Juli. Turun menjadi 303.897 kasus di periode 22-28 Juli.
Turun lagi menjadi 244.480 kasus pada kurun waktu 29 Juli-4 Agustus. Pada lima hari terakhir atau 5-9 Agustus, kasus baru ada sebanyak 154.173 atau kembali menurun dari pekan sebelumnya.
Testing-Tracing 3 Kali Lipat
Luhut mengatakan jumlah warga yang diperiksa PCR swab maupun rapid test antigen mengalami peningkatan selama periode 3-9 Agustus. Dia menyebut peningkatan mencapai tiga kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.
Capaian pemeriksaan Covid-19 di Indonesia terkini dihitung dari hasil pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) alias tes swab, tes cepat molekuler (TCM), dan rapid test antigen.
"Dalam hal peningkatan jumlah testing dan tracing, jumlah spesimen dan orang yang dites meningkat sangat signifikan hingga 3 kali lipat sejak bulan Mei 2021," kata Luhut.
Kenaikan jumlah tes dan pelacakan (tracing) terjadi berkat bantuan TNI/Polri dan segenap unsur masyarakat lainnya. Meski begitu, ia menyebut kendala utama saat ini adalah pencatatan yang dilakukan secara manual di beberapa daerah lantaran keterbatasan akses internet.
Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah warga yang dites mencapai 255.495 pada 14-20 Mei. Selanjutnya pada periode 21-27 Mei, jumlah pemeriksaan naik menjadi 402.190 orang.
Pada 28 Mei-3 Juni turun kembali menjadi 410.247 orang. Lalu 4-10 Juni naik menjadi 431.447 orang yang diperiksa.
Pada 11-17 Juni jumlah pemeriksaan turun menjadi 418.918. Pada 18-24 Juni naik menjadi 507.636 orang yang diperiksa. Di periode 25 Juni-1 Juli, jumlah warga yang diperiksa naik menjadi 655.716 orang. Naik lagi menjadi 807.096 pada 2-8 Juli.
Pemeriksaan mencapai 1.056.205 di periode 9-15 Juli dan terus naik pada periode 9-15 Juli menjadi 1.056.205 orang yang diperiksa. Jumlah itu rekor untuk capaian testing covid-19 Indonesia dalam sepekan.
Luhut juga menyebut tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M cenderung naik selama PPKM Level 4 berlaku 3-9 Agustus. Warga semakin patuh dalam memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Luhut mengklaim kepatuhan penggunaan masker telah mencapai 82 persen. Meningkat 5 persen dibandingkan bulan Februari-Maret.
Berdasarkan data per 1 Agustus sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat tingkat kepatuhan memakai masker di 32 kabupaten/kota masih di bawah 60 persen. Kemudian 37 kabupaten/kota lainnya tingkat kepatuhannya 61-75 persen.
Dilanjutkan 116 kabupaten/kota yang tingkat kepatuhan memakai maskernya berada di range 76-90 persen. Sebanyak 205 kabupaten/kota lainnya memiliki tingkat kepatuhan memakai masker yang baik, di atas 90 persen.
Vaksinasi Naik
Luhut mengklaim jumlah warga yang menerima suntikan vaksin terus meningkat di sejumlah daerah.
"Dalam hal kecepatan laju vaksinasi, sejumlah provinsi dan wilayah aglomerasi menunjukkan peningkatan laju vaksinasi harian yang cukup signifikan," ujar Luhut.
Data Kementerian Kesehatan per Senin (9/8) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 51.396.079 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Baru 24.888.506 orang yang sudah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19.
Diketahui, target vaksinasi yang dicanangkan pemerintah adalah 208.265.720 orang. Jika melihat progres sejauh ini, vaksinasi baru menyentuh 24,68 persen untuk suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 11,95 persen.
Mobilitas Menurun
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto menyebut jumlah mobilitas warga mengalami penurunan hampir di seluruh daerah selama PPKM Level 4 periode 3-9 Agustus 2021.
Enam area yang dipantau melalui Google Mobility Index adalah retail dan rekreasi, toko bahan makanan dan apotek, taman, pusat transportasi umum, tempat kerja, dan area permukiman.
Ia menyebut, hanya dua provinsi yang mobilitasnya terpantau naik, yakni Sumatera Barat dan Riau, dan NTT.
Pemerintah baru saja memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa-Bali hingga 16 Agustus 2021, sementara untuk wilayah di luar Jawa-Bali berlaku hingga 23 Agustus 2021.
Pemerintah memperpanjang masa PPKM lantaran menilai lonjakan kasus virus corona (Covid-19) belum menurun signifikan. Kendati demikian, pemerintah mengklaim PPKM Level 4 yang berlaku 3-9 Agustus berbuah hasil yang positif.
Tren Penurunan Kasus
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada penurunan dalam tren kasus positif baru. Jauh lebih sedikit ketimbang 2-3 pekan sebelumnya.
"Dari data yang didapat, penurunan telah terjadi hingga 59,6 persen dari puncak kasus di tanggal 15 Juli 2021 yang lalu," kata Luhut.
Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah kasus baru mencapai 313.784 dalam sepekan di periode 15-21 Juli. Turun menjadi 303.897 kasus di periode 22-28 Juli.
Turun lagi menjadi 244.480 kasus pada kurun waktu 29 Juli-4 Agustus. Pada lima hari terakhir atau 5-9 Agustus, kasus baru ada sebanyak 154.173 atau kembali menurun dari pekan sebelumnya.
Testing-Tracing 3 Kali Lipat
Luhut mengatakan jumlah warga yang diperiksa PCR swab maupun rapid test antigen mengalami peningkatan selama periode 3-9 Agustus. Dia menyebut peningkatan mencapai tiga kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.
Capaian pemeriksaan Covid-19 di Indonesia terkini dihitung dari hasil pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) alias tes swab, tes cepat molekuler (TCM), dan rapid test antigen.
"Dalam hal peningkatan jumlah testing dan tracing, jumlah spesimen dan orang yang dites meningkat sangat signifikan hingga 3 kali lipat sejak bulan Mei 2021," kata Luhut.
Kenaikan jumlah tes dan pelacakan (tracing) terjadi berkat bantuan TNI/Polri dan segenap unsur masyarakat lainnya. Meski begitu, ia menyebut kendala utama saat ini adalah pencatatan yang dilakukan secara manual di beberapa daerah lantaran keterbatasan akses internet.
Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah warga yang dites mencapai 255.495 pada 14-20 Mei. Selanjutnya pada periode 21-27 Mei, jumlah pemeriksaan naik menjadi 402.190 orang.
Pada 28 Mei-3 Juni turun kembali menjadi 410.247 orang. Lalu 4-10 Juni naik menjadi 431.447 orang yang diperiksa.
Pada 11-17 Juni jumlah pemeriksaan turun menjadi 418.918. Pada 18-24 Juni naik menjadi 507.636 orang yang diperiksa. Di periode 25 Juni-1 Juli, jumlah warga yang diperiksa naik menjadi 655.716 orang. Naik lagi menjadi 807.096 pada 2-8 Juli.
Pemeriksaan mencapai 1.056.205 di periode 9-15 Juli dan terus naik pada periode 9-15 Juli menjadi 1.056.205 orang yang diperiksa. Jumlah itu rekor untuk capaian testing covid-19 Indonesia dalam sepekan.
Pemerintah mengklaim kepatuhan masyarakat memakai masker meningkat selama PPKM Level 4 berlaku (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Luhut juga menyebut tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M cenderung naik selama PPKM Level 4 berlaku 3-9 Agustus. Warga semakin patuh dalam memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Luhut mengklaim kepatuhan penggunaan masker telah mencapai 82 persen. Meningkat 5 persen dibandingkan bulan Februari-Maret.
Berdasarkan data per 1 Agustus sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat tingkat kepatuhan memakai masker di 32 kabupaten/kota masih di bawah 60 persen. Kemudian 37 kabupaten/kota lainnya tingkat kepatuhannya 61-75 persen.
Dilanjutkan 116 kabupaten/kota yang tingkat kepatuhan memakai maskernya berada di range 76-90 persen. Sebanyak 205 kabupaten/kota lainnya memiliki tingkat kepatuhan memakai masker yang baik, di atas 90 persen.
Vaksinasi Naik
Luhut mengklaim jumlah warga yang menerima suntikan vaksin terus meningkat di sejumlah daerah.
"Dalam hal kecepatan laju vaksinasi, sejumlah provinsi dan wilayah aglomerasi menunjukkan peningkatan laju vaksinasi harian yang cukup signifikan," ujar Luhut.
Data Kementerian Kesehatan per Senin (9/8) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 51.396.079 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Baru 24.888.506 orang yang sudah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19.
Diketahui, target vaksinasi yang dicanangkan pemerintah adalah 208.265.720 orang. Jika melihat progres sejauh ini, vaksinasi baru menyentuh 24,68 persen untuk suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 11,95 persen.
Mobilitas Menurun
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto menyebut jumlah mobilitas warga mengalami penurunan hampir di seluruh daerah selama PPKM Level 4 periode 3-9 Agustus 2021.
Enam area yang dipantau melalui Google Mobility Index adalah retail dan rekreasi, toko bahan makanan dan apotek, taman, pusat transportasi umum, tempat kerja, dan area permukiman.
Ia menyebut, hanya dua provinsi yang mobilitasnya terpantau naik, yakni Sumatera Barat dan Riau, dan NTT.