SIDANG TAHUNAN MPR

Jokowi: Pandemi Seperti Api, Membakar Sekaligus Menerangi

CNN Indonesia
Senin, 16 Agu 2021 09:29 WIB
Jokowi mengatakan pandemi Covid-19 seperti api. Selain itu, pandemi Covid-19 juga seperti kawah candradimuka yang menguji sekaligus mengasah. Presiden Joko Widodo mengatakan pandemi Covid-19 seperti api. (ANTARA FOTO/Biro Pemberitaan Parlemen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan krisis pandemi virus corona (Covid-19) seperti api. Jokowi menyebut banyak hal yang bisa dipelajari di tengah pandemi Covid-19.

"Krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Kalau bisa, kita hindari, kalau bisa kita hindari, tetapi jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari," kata Jokowi saat pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR, Senin (16/8).

"Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi. Kalau terkendali, dia menginspirasi dan memotivasi," ujarnya melanjutkan.

Jokowi menyebut pandemi Covid-19 menyakitkan, tetapi sekaligus juga menguatkan. Menurutnya, pemerintah ingin pandemi ini menerangi untuk mawas diri, memperbaiki diri, hingga menguatkan diri dalam menghadapi tantangan masa depan.

"Pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah. Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya," katanya.

Mantan wali kota Solo itu mengatakan semua pilar kehidupan dan kekuatan masyarakat diuji serta diasah pandemi. Menurutnya, ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan juga diuji dan sekaligus diasah.

Jokowi menyebut ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Menurutnya, tatkala ujian itu terasa semakin berat, asahannya juga semakin meningkat.

"Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan," ujarnya.

Pandemi Covid-19 sudah satu setengah tahun menghantam Indonesia. Hingga kemarin, total kasus positif Covid-19 telah mencapai 3.854.354 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.351.959 orang sembuh, 117.588 orang meninggal, dan 384.807 masih dalam perawatan.

(tim/fra)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER