La Nyalla Dukung Amendemen: Krisis Diiringi Ubah Konstitusi

CNN Indonesia
Senin, 16/08/2021 12:40
Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan setiap krisis besar melahirkan perubahan konstitusi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti mendukung pembentukan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) lewat amendemen terbatas UUD 1945.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR di kompleks Parlemen, Senin (16/8). Menurut dia, amandemen diperlukan seiring perubahan atas krisis besar seperti pandemi Covid-19.

"Setiap krisis besar biasanya melahirkan revolusi pemikiran untuk menjawab perubahan. Dan setiap negara yang memasuki transisi menuju era baru, sering ditandai dengan perubahan konstitusi," kata dia dalam paparannya.


Dalam pidatonya, ia menyinggung bahwa Indonesia sempat mengubah konstitusi pada 1999 hingga 2002 silam. Hal itu seturut proses Indonesia keluar dari krisis sistem politik pasca-Orde Baru.

Kini, kata dia, tepat 19 tahun setelah Indonesia terakhir melakukan amendemen konstitusi. Ia menilai dunia akan menghadapi tatanan baru pascakrisis akibat pandemi Covid-19.

Oleh sebab itu, menurutnya, tatanan baru sewajarnya perlu dijawab dengan perubahan secara fundamental. Dia mengatakan penting untuk menentukan arah kemandirian dan kedaulatan bangsa, agar negara siap menyongsong perubahan global dan tata dunia baru.

"Sangat penting bagi kita sebagai bangsa yang besar dan Tangguh memiliki arah kebijakan yang kita sepakati bersama, antara Eksekutif dan Legislatif. Oleh karena itu, DPD RI mendukung adanya Pokok-Pokok Haluan Negara atau PPHN dalam konstitusi kita," kata dia.

La Nyalla menyebut PPHN akan mampu merumuskan kedaulatan energi, kemandirian pangan, ketahanan sektor kesehatan, sosial, ekonomi, dan pertahanan keamanan bangsa.

Dia ingin agar Indonesia mulai mengembangkan energi terbarukan, termasuk di antaranya nuklir. Menurut dia, kemandirian pangan juga mutlak menjadi solusi di tengah gelombang perubahan tersebut.

"Kemandirian pangan mutlak harus menjadi solusi yang harus kita wujudkan dengan bonus iklim negara tropis, yang berada di lintasan katulistiwa, dengan sumber daya hutan, daratan dan laut yang melimpah," katanya.

(thr/pmg)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK