BNPT Deteksi Penggalangan Simpatisan Terkait Isu Taliban

CNN Indonesia | Jumat, 20/08/2021 10:44 WIB
BNPT mendeteksi ada pihak-pihak tertentu yang sedang berusaha menggalang simpatisan terkait isu kebangkitan Taliban di Afghanistan Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyebut ada pergerakan simpatisan Taliban di Indonesia. (Foto: Detikcom/Rakean R Natawigena)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Boy Rafli Amar mendeteksi ada pihak-pihak tertentu di Indonesia yang sedang berusaha menggalang simpatisan terkait isu Taliban usai kelompok tersebut berhasil menguasai Afghanistan.

"Jangan sampai masyarakat salah bersimpati, karena berdasarkan pemantauan kami ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menggalang simpatisan atas isu Taliban. Ini sedang kita cermati," kata dia, dalam keterangan resminya, Jumat (20/8).

Meski demikian, Boy tak merinci pihak mana yang tengah berupaya menggalang simpatisan dengan memanfaatkan isu Taliban tersebut.


Boy menjelaskan bahwa Taliban tidak memiliki afiliasi dengan kelompok ISIS. Meski demikian, ia menilai Taliban sudah terjebak dalam perbuatan kekerasan atau perbuatan teror dalam pergerakannya selama ini.

Ia juga meminta kepada anak muda Indonesia agar tak menjadikan Taliban sebagai role model. Sebab, hal demikian bertentangan dengan falsafah dan ideologi Pancasila.

"Selama berupaya meraih kekuasaan, Taliban melakukan kekerasan. Itu yang tidak sesuai dengan jatidiri bangsa Indonesia," kata Boy.

Boy lantas mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bijak dalam menyikapi kelompok Taliban tersebut.

Ia menekankan agar masyarakat bijak dan tetap sadar bahwa yang terjadi di Afghanistan merupakan persoalan di dalam negeri itu sendiri. Ia berharap hal demikian tidak boleh terjadi di Indonesia.

"Jangan sampai masyarakat terpengaruh masuk ke dalam aksi-aksi yang tidak perlu. Karena kita adalah negara yang memiliki ideologi dan konstitusi yang mewajibkan kita untuk bela negara sendiri, bukan bela negara lain," ucapnya.

Kelompok Taliban berhasil menduduki Ibu Kota Afganistan Kabul dan Istana kepresidenan pada Minggu (16/8). Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani turut dilaporkan kabur keluar negeri demi menghindari pertumpahan darah imbas peristiwa tersebut.

(rzr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK