Ramai-ramai Kritik Vonis 12 Tahun Penjara Eks Mensos Juliari

CNN Indonesia | Selasa, 24/08/2021 08:57 WIB
Vonis 12 tahun penjara terhadap eks Mensos Juliari Batubara menuai kritik sejumlah pegiat antikorupsi hingga mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai lucu makian yang dilontarkan masyarakat terhadap Juliari menjadi alasan meringankan dalam vonis kasus korupsi bansos Covid-19. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Peniliti Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zaenur Rohman juga menilai hakim 'bermain aman' menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Juliari lantaran hanya selisih satu tahun dari tuntutan jaksa KPK.

Majelis hakim, kata Zaenur, tidak mau menggunakan kesempatan yang diberikan Pasal 12 b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

"Itu kan bisa dijatuhi hukuman seumur hidup atau setinggi-tingginya 20 tahun. Itu enggak digunakan Majelis Hakim," kata Zaenur.


Sementara itu, mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai lucu makian yang dilontarkan masyarakat terhadap Juliari menjadi alasan meringankan dalam vonis kasus korupsi bansos Covid-19.

"Kalau soal caci maki itu dinamika aksi-reaksi, siapa suruh korupsi?" kata Saut.

Ia lantas membandingkan dengan apa yang dialami Juliari dengan penyidik KPK yang juga dicaci maki dan dituding sebagai Taliban. Menurut Saut, keputusan hakim Pengadilan Tipikor menjadikan caci maki yang diterima Juliari sebagai alasan meringankan menjadikan negara ini semakin lucu.

"Jangankan tersangka koruptor, yang menangkap koruptor saja dicaci maki, dibilang Taliban lah, dan lain-lain. Jadi, kalau itu jadi alasan yang meringankan maka negeri ini semakin lucu," ujar Saut.

Sebelumnya, Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan penjara karena terbukti menerima suap total Rp32,48 miliar terkait pengadaan bansos Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Selain itu, Juliari juga diminta untuk membayar uang pengganti sebesar Rp14,5 miliar terhitung sejak satu bulan putusan ini berkekuatan hukum tetap. Ia juga dijatuhi hukuman tambahan pencabutan hak politik selama 4 tahun.

Juliari menyatakan pikir-pikir sebelum memutuskan mengambil langkah hukum banding atas vonis tersebut. Jaksa KPK juga mengaku pikir-pikir terhadap vonis 12 tahun penjara Juliari.



(ryn/fra)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK