Hasil Survei Politik Baliho: Elektabilitas Puan Malah Turun

CNN Indonesia | Kamis, 26/08/2021 06:56 WIB
Survei terbaru Indikator Politik menemukan bahwa baliho membuat Puan Maharani semakin populer, tapi di sisi lain, tingkat kesukaan publik justru menurun. Survei terbaru Indikator Politik menemukan bahwa baliho-baliho membuat Puan Maharani semakin populer, tapi di sisi lain, tingkat kesukaan publik justru menurun. (CNNIndonesia/Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil survei Indikator Politik Indonesia mencatat elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai calon presiden atau capres di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menurun meski baliho "Kepak Sayap Kebhinnekaan" disebar di sejumlah daerah dan viral di media sosial.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia pada 30 Juli-4 Agustus, elektabilitas politisi PDI Perjuangan itu berada di angka 0,4 persen, turun dari elektabilitas pada bulan April sebesar 1,1 persen.

"Mbak Puan trennya turun, ini juga menarik. Padahal, survei dilakukan setelah polemik baliho dan spanduk dipasang di mana-mana," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dalam rilis survei secara daring, Rabu (25/8).


Burhanuddin menjelaskan, di saat yang sama, popularitas Puan mengalami peningkatan tipis. Pada April, tingkat keterkenalan Puan sebesar 50 persen. Saat ini, popularitas Puan mencapai 60 persen.

Menurutnya, baliho-baliho Puan kurang mampu membawa dampak positif bagi Puan. Ia menyebut Ketua DPP PDIP itu semakin populer, tapi di sisi lain, tingkat kesukaan publik justru menurun.

"Ini jadi masukan Mbak Puan untuk lebih penetratif lagi atau mungkin harus pakai pesan yang lebih baik lagi," ujarnya.

Berbeda dengan Puan, politikus yang juga memasang balihonya di sejumlah daerah belakangan ini adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Dari hasil survei, elektabilitas Airlangga meningkat dari 0,2 persen menjadi 1,1 persen.

Selain itu, popularitas Airlangga juga terdongkrak dengan berbagai baliho promosi capres 2024. Tingkat keterkenalan Airlangga naik dari 25 persen ke 33 persen dalam empat bulan terakhir.

"Kalau saya simpulkan, efek spanduk ini tidak uniform, tidak seragam. Untuk kasus Airlangga ada efek positif buat Airlangga," tutur Burhanuddin.

Survei ini dilakukan Indikator Politik Indonesia dengan melibatkan 1.220 orang responden. Survei dibuat dengan toleransi kesalahan kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebagai informasi, belakangan ini masif tersebar baliho, spanduk hingga billboard bergambarkan wajah Puan Maharani di berbagai daerah.

Isi tulisan dalam baliho tersebut bermacam-macam. Salah satunya adalah "Kepak Sayap Kebhinekaan".

Selain Puan, Baliho-baliho bergambar wajah Airlangga Hartanto juga marak belakangan ini. Baliho tersebut sudah banyak tersebar di daerah-daerah.

(yoa/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK