Mural bertemakan pesan melawan virus corona di Jakarta. (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan agar pemerintah mulai memikirkan booster atau suntikan ketiga vaksin kepada masyarakat umum. Usulan booster merujuk tingkat efikasi vaksin yang digunakan di Indonesia cukup rendah.
CNNIndonesia.com, merangkum dinamika perkembangan Covid-19 selama 24 jam terakhir. Selama kurun waktu tersebut, perkembangan kasus masih didominasi oleh percepatan vaksin yang terus dilakukan pemerintah. Berikut rangkumannya.
7 Provinsi Terendah Testing
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap tujuh provinsi dengan angka testing terendah. Sejumlah provinsi itu tak bisa memenuhi standar testing menurut WHO, dengan 1:1.000 penduduk per pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuh provinsi tersebut masing-masing yakni, provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, NTB, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
"Penurunan kasus sangat berhubungan dengan jumlah orang yang diperiksa, sehingga kami selalu mendorong provinsi/kabupaten/kota untuk terus meningkatkan testing di wilayahnya masing-masing," kata Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.
Pemerintah Evaluasi Booster Vaksin Pejabat
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengevaluasi percepatan vaksinasi menyusul pengakuan sejumlah pejabat yang mengaku kepada Presiden Joko Widodo telah disuntik vaksin ketiga alias booster.
Menkes Budi Gunadi Sadikin disebut telah menggandeng pada auditor untuk mengevaluasi agar vaksinasi harus tetap sasaran. Upaya itu dilakukan sebab mestinya booster vaksin saat ini hanya digunakan untuk tenaga kesehatan.
Sejumlah pejabat yang mengaku telah disuntik booster vaksin antara lain, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Hal itu terungkap dalam lawatan Jokowi ke Kalimantan Timur saat meninjau perkembangan Ibu Kota Baru.
Booster Vaksin ke Masyarakat
IDI mengusulkan pemerintah memikirkan skenario untuk memberikan booster vaksin ke masyarakat umum, jika target herd immunity tidak tercapai.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Slamet Budiarto menjelaskan, pencapaian herd immunity akan sangat bergantung pada efikasi vaksin dan jumlah warga yang divaksin. Dengan tingkat efikasi vaksin di Indonesia yang rendah, booster vaksin kepada masyarakat akan sangat menentukan.
"Sementara kita vaksin Sinovac (efikasinya) adalah 70 persen. Artinya 86 persen jumlah penduduk harus dilakukan vaksinasi," tutur Slamet.
Kasus Positif Turun 34 Persen
Kemenkes mengumumkan, hingga saat ini kasus positif telah turun hingga 34 persen sejak terjadi puncak kasus pada Juli lalu. Di sisi lain, Kemenkes menyebut tingkat kesembuhan justru naik hingga 35 persen.
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menduga penurunan kasus seiring angka testing yang naik. Hingga pekan lalu, Nadia menyebut angka testing RI masih di atas standar WHO mencapai 2.54:1.000 penduduk.
"Penurunan kasus signifikan terutama terjadi di Provinsi Papua Barat, Maluku dan Jawa Tengah dengan persentase penurunan kasus tertinggi dibandingkan pekan sebelumnya," kata Nadia.
Jabodetabek Mulai Suntik Vaksin Pfizier
Pemerintah daerah di kawasan Jabodetabek mulai menerima ratusan ribu dosis vaksin Pfzier yang mereka terima dari Kementerian Kesehatan. 1,5 juta dosis Pfizer yang baru tiba di Indonesia untuk saat ini diketahui baru terdistribusi untuk wilayah Jabodetabek.
Beberapa daerah yang telah mulai dan akan menggelar vaksinasi Pfizer antara lain, Kota Bogor, DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, dan Kabupaten Bekasi. Hanya Kota Tangerang Selatan yang mengaku belum menerima vaksin asal Amerika tersebut.
"Belum datang ya vaksin Pfizer ke kami, kami sifatnya menerima ya, tapi belum ada," kata Kepala Dinkes Kota Tangsel Alin Hendarlin Mahdaniar kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/8).
Zona Merah DKI Sisa Satu
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat penurunan zona merah Covid-19 di tingkat RT hanya tersisa satu, yakni di RT 009 RW 008. Kelurahan Petojo, Jakarta Pusat.
Jumlah itu tercatat per periode 24-30 Agustus. Jumlah zona merah turun dari semula tersebar di tiga RT pada periode sebelumnya. Di Petojo, ada tujuh kasus aktif Covid-19 dan rumah dengan kasus aktif sebanyak tujuh.
Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup laboratorium biomolekuler kesehatan kasyarakat (Biokesmas), karena didapati mengambil sampel Covid-19.
Dugaan sejumlah pelanggaran, lab tersebut diduga telah melanggar ketentuan fungsi lab yang seharusnya hanya berhak memeriksa sempel, bukan ambil sampel.
Lab Biokesmas NTT diduga juga menggelar tes dengan metode Pooled Test qPCR, untuk screening massal dan surveilens. Padahal, Pooled qPCR seharusnya tidak bisa disimpulkan dari hasil pemeriksaan individu.
"Perlu diketahui bahwa untuk pemeriksaan screening masal dengan teknik pooled test qPCR, maka seharusnya untuk menyimpulkan hasil screening tidak secara individu melainkan menyimpulkan hasil screening secara berkelompok/pooled," kata Kepala Dinkes Kota Kupang, Retnowati.
Update Vaksinasi & Kasus Covid
Hingga Kamis (26/8), Kemenkes mencatat laju vaksinasi secara nasional telah mencapai 28,53 persen atau sekitar 59,4 juta untuk dosis 1, dari total target 208,2 target. Sedangkan untuk dosis 2 baru mencapai 33,3 juta atau 16,02 persen.
Sementara itu, per hari yang sama, Satgas Covid-19 mencatat penambahan kasus positif sebanyak 16.899 sehingga total kasus menjadi 4.043.736 kasus.
Dari jumlah kasus positif, 130.182 di antaranya meninggal dunia atau bertambah 889 dari sehari sebelumnya. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 30.099, sehingga total menjadi 3.669.966 kasus.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan agar pemerintah mulai memikirkan booster atau suntikan ketiga vaksin kepada masyarakat umum. Usulan booster merujuk tingkat efikasi vaksin yang digunakan di Indonesia cukup rendah.
CNNIndonesia.com, merangkum dinamika perkembangan Covid-19 selama 24 jam terakhir. Selama kurun waktu tersebut, perkembangan kasus masih didominasi oleh percepatan vaksin yang terus dilakukan pemerintah. Berikut rangkumannya.
7 Provinsi Terendah Testing
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap tujuh provinsi dengan angka testing terendah. Sejumlah provinsi itu tak bisa memenuhi standar testing menurut WHO, dengan 1:1.000 penduduk per pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuh provinsi tersebut masing-masing yakni, provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, NTB, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
"Penurunan kasus sangat berhubungan dengan jumlah orang yang diperiksa, sehingga kami selalu mendorong provinsi/kabupaten/kota untuk terus meningkatkan testing di wilayahnya masing-masing," kata Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.
Pemerintah Evaluasi Booster Vaksin Pejabat
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengevaluasi percepatan vaksinasi menyusul pengakuan sejumlah pejabat yang mengaku kepada Presiden Joko Widodo telah disuntik vaksin ketiga alias booster.
Menkes Budi Gunadi Sadikin disebut telah menggandeng pada auditor untuk mengevaluasi agar vaksinasi harus tetap sasaran. Upaya itu dilakukan sebab mestinya booster vaksin saat ini hanya digunakan untuk tenaga kesehatan.
Sejumlah pejabat yang mengaku telah disuntik booster vaksin antara lain, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Hal itu terungkap dalam lawatan Jokowi ke Kalimantan Timur saat meninjau perkembangan Ibu Kota Baru.
Booster Vaksin ke Masyarakat
IDI mengusulkan pemerintah memikirkan skenario untuk memberikan booster vaksin ke masyarakat umum, jika target herd immunity tidak tercapai.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Slamet Budiarto menjelaskan, pencapaian herd immunity akan sangat bergantung pada efikasi vaksin dan jumlah warga yang divaksin. Dengan tingkat efikasi vaksin di Indonesia yang rendah, booster vaksin kepada masyarakat akan sangat menentukan.
"Sementara kita vaksin Sinovac (efikasinya) adalah 70 persen. Artinya 86 persen jumlah penduduk harus dilakukan vaksinasi," tutur Slamet.
Kasus Positif Turun 34 Persen
Kemenkes mengumumkan, hingga saat ini kasus positif telah turun hingga 34 persen sejak terjadi puncak kasus pada Juli lalu. Di sisi lain, Kemenkes menyebut tingkat kesembuhan justru naik hingga 35 persen.
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menduga penurunan kasus seiring angka testing yang naik. Hingga pekan lalu, Nadia menyebut angka testing RI masih di atas standar WHO mencapai 2.54:1.000 penduduk.
"Penurunan kasus signifikan terutama terjadi di Provinsi Papua Barat, Maluku dan Jawa Tengah dengan persentase penurunan kasus tertinggi dibandingkan pekan sebelumnya," kata Nadia.
Lab Biokesmas NTT Ditutup
Vaksinasi untuk WNA di Jakarta. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jabodetabek Mulai Suntik Vaksin Pfizier
Pemerintah daerah di kawasan Jabodetabek mulai menerima ratusan ribu dosis vaksin Pfzier yang mereka terima dari Kementerian Kesehatan. 1,5 juta dosis Pfizer yang baru tiba di Indonesia untuk saat ini diketahui baru terdistribusi untuk wilayah Jabodetabek.
Beberapa daerah yang telah mulai dan akan menggelar vaksinasi Pfizer antara lain, Kota Bogor, DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, dan Kabupaten Bekasi. Hanya Kota Tangerang Selatan yang mengaku belum menerima vaksin asal Amerika tersebut.
"Belum datang ya vaksin Pfizer ke kami, kami sifatnya menerima ya, tapi belum ada," kata Kepala Dinkes Kota Tangsel Alin Hendarlin Mahdaniar kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/8).
Zona Merah DKI Sisa Satu
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat penurunan zona merah Covid-19 di tingkat RT hanya tersisa satu, yakni di RT 009 RW 008. Kelurahan Petojo, Jakarta Pusat.
Jumlah itu tercatat per periode 24-30 Agustus. Jumlah zona merah turun dari semula tersebar di tiga RT pada periode sebelumnya. Di Petojo, ada tujuh kasus aktif Covid-19 dan rumah dengan kasus aktif sebanyak tujuh.
Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup laboratorium biomolekuler kesehatan kasyarakat (Biokesmas), karena didapati mengambil sampel Covid-19.
Dugaan sejumlah pelanggaran, lab tersebut diduga telah melanggar ketentuan fungsi lab yang seharusnya hanya berhak memeriksa sempel, bukan ambil sampel.
Lab Biokesmas NTT diduga juga menggelar tes dengan metode Pooled Test qPCR, untuk screening massal dan surveilens. Padahal, Pooled qPCR seharusnya tidak bisa disimpulkan dari hasil pemeriksaan individu.
"Perlu diketahui bahwa untuk pemeriksaan screening masal dengan teknik pooled test qPCR, maka seharusnya untuk menyimpulkan hasil screening tidak secara individu melainkan menyimpulkan hasil screening secara berkelompok/pooled," kata Kepala Dinkes Kota Kupang, Retnowati.
Update Vaksinasi & Kasus Covid
Hingga Kamis (26/8), Kemenkes mencatat laju vaksinasi secara nasional telah mencapai 28,53 persen atau sekitar 59,4 juta untuk dosis 1, dari total target 208,2 target. Sedangkan untuk dosis 2 baru mencapai 33,3 juta atau 16,02 persen.
Sementara itu, per hari yang sama, Satgas Covid-19 mencatat penambahan kasus positif sebanyak 16.899 sehingga total kasus menjadi 4.043.736 kasus.
Dari jumlah kasus positif, 130.182 di antaranya meninggal dunia atau bertambah 889 dari sehari sebelumnya. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 30.099, sehingga total menjadi 3.669.966 kasus.