18 Tahun Politik Dinasti Bupati Probolinggo Berujung OTT KPK

CNN Indonesia
Selasa, 31 Agu 2021 10:34 WIB
Selama hampir 18 tahun, Kabupaten Probolinggo dikuasai sejoli Puput Tantriana dan Hasan Aminuddin. Kuasa itu berujung keduanya terjaring OTT KPK. Bupati Probolinggo Puput Tantriana. (Foto: Detikcom/M Rofiq)
Surabaya, CNN Indonesia --

Politik dinasti Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana di Probolinggo yang sudah bertahan selama 18 tahun, berujung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Puput selaku Bupati Probolinggo ditangkap bersama suaminya dan sejumlah pihak lain pada Senin (30/8). Mereka diduga terlibat kasus dugaan jual beli jabatan. 

Sebelum ditangkap lembaga anti rasuah, Puput dan Hasan adalah penguasa Probolinggo selama lebih dari satu dekade.

Kekuasaan dirintis pertama kali oleh sang suami, ketika menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo periode 1999-2003. Setelah itu dia terpilih Bupati Probolinggo dua periode, 2003-2008 dan 2008-2013.

Dinasti politik sendiri dimaknai sebagai sebuah jaring kuasa politik yang dijalankan atau dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki hubungan keluarga. Ini mirip dengan pola kekuasaaan dalam sebuah kerajaan yang penguasanya berputar di lingkaran keluarga.

Usai masa tugasnya sebagai bupati berakhir, Hasan kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014- 2019 dan 2019-2024 dari fraksi NasDem, daerah pemilihan Jawa Timur II.

Selanjutnya, posisi Hasan sebagai Bupati digantikan oleh istrinya sendiri, Puput Tantriana yang berhasil memenangkan Pilkada pada 2013.

Tantriana menjabat pada periode 2013-2018, kemudian terpilih kembali pada periode kedua 2018 sampai sekarang.

Pada pilkada 2018, ia maju bersama wakilnya Timbul Prihanjoko. Saat maju dalam kontestasi pilkada, keduanya diusung lima partai, yaitu Partai Nasdem, PDI Perjuangan, Golkar, PPP dan Gerindra.

Puput terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 2020 lalu. Situs elhkpn.kpk.go.id mencatat Puput memiliki harta sekitar Rp10 miliar.

Puput melaporkan kepemilikan 10 bidang tanah dan bangunan yang berada di Probolinggo, Jawa Timur. Nilai total tanah dan bangunan mencapai Rp2.163.000.000.

Ia juga mencantumkan kepemilikan transportasi dan mesin berupa mobil Nissan Juke senilai Rp100 juta.

Masih dalam laporan itu, Puput turut melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp797.165.100, surat berharga Rp4,5 miliar, serta kas dan setara kas Rp2,4 miliar.

"Total harta kekayaan Rp10.019.266.906," sebagaimana dikutip dari laporan tersebut.

KPK menangkap Puput dan suaminya pagi tadi bersama sejumlah orang lain diduga ASN. Mereka diduga terkait kasus jual beli jabatan.

Usai dicokok KPK, keduanya menjalani pemeriksaan selama lima jam di Mapolda Jatim, sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Puput yang mengenakan mengenakan sweater merah, jilbab warna krem, kaca mata dan masker, saat berada di Mapolda Jatim. Ia tertunduk terdiam berjalan menuju bus polisi yang hendak membawanya ke bandara untuk terbang ke Jakarta.

Di depan Puput, ada Hasan yang mengenakan jaket putih bercorak biru navy, topi hitam, kacamata dan masker. Hasan juga bungkam. Tak ada sepatah kata pun yang dilontarkan mantan Bupati Probolinggo tersebut.

Suami-istri itu tiba di KPK sore ini bersama sejumlah orang lain yang ikut terjaring OTT KPK. Dia akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

(frd/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER