Rangkuman Covid: Jokowi Disomasi, Khawatir Klaster Sekolah
CNN Indonesia
Senin, 30 Agu 2021 18:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Joko Widodo dan Menkes Budi Gunadi Sadikin disomasi terkait booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19 pejabat. (Arsip Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali yang dimulai sejak 24 Agustus berakhir hari ini, Senin (30/8). Belum diketahui apakah pemerintah akan memperpanjang PPKM atau mulai melonggarkan pembatasan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Penurunan kasus positif Covid-19 terlihat dalam beberapa hari terakhir, namun jumlah orang yang dites juga menurun. Kasus kematian Covid-19 juga berangsur turun. Di sisi lain, jumlah pasien yang sembuh terus bertambah.
Saat kasus belum benar-benar turun drastis, vaksin booster sejumlah pejabat hingga wacana vaksin booster atau dosis ketiga berbayar pada tahun depan mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menilai pemerintah kurang memiliki sense of crisis di tengah ketimpangan ketersediaan vaksin Covid-19 di sejumlah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli epidemiologi menilai lonjakan Covid-19 di Indonesia berpotensi kembali terjadi pada akhir September hingga awal Oktober. Proyeksi itu didukung temuan sebaran kasus varian Delta yang semakin meluas dan banyak ditemukan di Indonesia.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Jokowi Disomasi soal Booster Vaksin Pejabat
Koalisi masyarakat sipil melayangkan somasi terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait booster alias pemberian dosis ketiga vaksin Covid-19 diduga kepada pejabat negara.
Koalisi terdiri dari 79 organisasi seperti LaporCovid-19, KontraS, ICW, YLBHI, LBH, hingga sejumlah BEM universitas di Indonesia dan beberapa organisasi lainnya.
Mereka mendesak agar pemerintah berani membuka siapa saja pihak-pihak selain tenaga kesehatan yang telah menerima booster vaksin Covid-19.
Sebaran kasus varian Delta di Indonesia meningkat 274 dalam kurun waktu empat hari. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) mencatat, terdapat 2.097 kasus varian Delta yang tersebar di 31 provinsi.
Berdasarkan laporan per data 25 Agustus 2021 yang baru diunggah Balitbangkes Kemenkes melalui laman https://www.litbang.kemkes.go.id/, tersisa tiga provinsi yang masih terbebas dari varian ini, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
PPKM Diminta Diperpanjang
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4,3, dan 2 di Jawa Bali maupun di luar wilayah hingga kasus Covid-19 benar-benar landai.
Dicky mengatakan Indonesia berpotensi mengalami lonjakan kasus covid-19 pada akhir September hingga awal Oktober 2021 mendatang.
Dicky memproyeksikan jumlah sebaran kasus covid-19 di luar Jawa-Bali akan meningkat pada akhir September dan kemudian baru melandai di pertengahan Oktober 2021. Sementara Jawa-Bali, baru akan mulai melandai pertengahan September 2021.
Tren kasus Covid dan Kematian Anak Naik Jelang PTM
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkap peningkatan tren kasus positif dan kasus kematian akibat Covid-19 pada anak jelang penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Dante menjelaskan berdasarkan data yang dihimpunnya hingga 30 Agustus, ada peningkatan kasus positif pada anak hingga 2 persen, sementara kasus kematian pada anak juga meningkat meski kecil yaitu 0,68 persen.
Potensi Klaster Covid Kala PTM
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti khawatir belajar tatap muka memunculkan klaster penularan Covid-19 di sekolah. Menurutnya, angka kasus pada anak bisa saja meningkat karena capaian vaksinasi Covid-19 pada usia 12-17 tahun masih rendah.
Data survei KPAI di 34 provinsi pada 86.286 partisipan siswa mulai jenjang SD, SMP, SMA, termasuk SLB menunjukkan 64 persen siswa tersebut belum mendapat vaksin Covid-19. Sebanyak 36 persen di antaranya sudah mendapat vaksin Covid-19, namun hanya di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta.
Jumlah Pasien Wisma Atlet Sempat Bertambah
Jumlah pasien terpapar virus corona yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sempat mengalami kenaikan dalam tiga hari berturut-turut meski tidak signifikan.
Kepala Humas RSDC Wisma Atlet Kolonel Mintoro Sumego menyebut kenaikan jumlah pasien yang dirawat dalam beberapa hari terakhir banyak disumbang oleh Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi yang dinyatakan terpapar Covid-19 ketika tiba di Indonesia.
Indonesia Kedatangan Jutaan Vaksin Covid
Indonesia kembali menerima vaksin Covid-19 produksi perusahaan asal China, Sinovac sebanyak 9.200.000 dosis dalam bentuk bahan baku atau vaksin bulk hari ini, Senin (30/8).
Selain Sinovac, terdapat 1.086.000 dosis vaksin AstraZeneca dan 5 juta vaksin Sinovac jadi tiba di Tanah Air. Jutaan dosis vaksin yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta ini merupakan kedatangan vaksin tahap ke-43, 44, dan 45 di Indonesia.
Capaian Dosis Vaksin RI
Kementerian Kesehatan per pukul 12.00 WIB, Senin (30/8), mencatat 62.294.896 orang menerima suntikan dosis satu vaksin Covid-19. Namun, baru 35.314.460 orang yang menerima suntikan dosis dua.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru 29,91 persen untuk dosis satu. Sedangkan suntikan dosis dua baru berada di angka 16,96 persen.
Update Covid 30 Agustus 2021
Data harian yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin (30/8), mencatat tambahan kasus positif virus corona sebanyak 5.436 orang. Sementara pasien sembuh bertambah 19.398 orang, dan kasus kematian tercatat 568
Secara kumulatif, total positif Covid-19 mencapai 4.079.267 orang. Dari jumlah itu sebanyak 3.743.716 orang sembuh, 203.060 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 132.491 orang lainnya meninggal dunia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali yang dimulai sejak 24 Agustus berakhir hari ini, Senin (30/8). Belum diketahui apakah pemerintah akan memperpanjang PPKM atau mulai melonggarkan pembatasan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Penurunan kasus positif Covid-19 terlihat dalam beberapa hari terakhir, namun jumlah orang yang dites juga menurun. Kasus kematian Covid-19 juga berangsur turun. Di sisi lain, jumlah pasien yang sembuh terus bertambah.
Saat kasus belum benar-benar turun drastis, vaksin booster sejumlah pejabat hingga wacana vaksin booster atau dosis ketiga berbayar pada tahun depan mulai menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menilai pemerintah kurang memiliki sense of crisis di tengah ketimpangan ketersediaan vaksin Covid-19 di sejumlah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli epidemiologi menilai lonjakan Covid-19 di Indonesia berpotensi kembali terjadi pada akhir September hingga awal Oktober. Proyeksi itu didukung temuan sebaran kasus varian Delta yang semakin meluas dan banyak ditemukan di Indonesia.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Jokowi Disomasi soal Booster Vaksin Pejabat
Koalisi masyarakat sipil melayangkan somasi terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait booster alias pemberian dosis ketiga vaksin Covid-19 diduga kepada pejabat negara.
Koalisi terdiri dari 79 organisasi seperti LaporCovid-19, KontraS, ICW, YLBHI, LBH, hingga sejumlah BEM universitas di Indonesia dan beberapa organisasi lainnya.
Mereka mendesak agar pemerintah berani membuka siapa saja pihak-pihak selain tenaga kesehatan yang telah menerima booster vaksin Covid-19.
Sebaran kasus varian Delta di Indonesia meningkat 274 dalam kurun waktu empat hari. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) mencatat, terdapat 2.097 kasus varian Delta yang tersebar di 31 provinsi.
Berdasarkan laporan per data 25 Agustus 2021 yang baru diunggah Balitbangkes Kemenkes melalui laman https://www.litbang.kemkes.go.id/, tersisa tiga provinsi yang masih terbebas dari varian ini, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
PPKM Diminta Diperpanjang
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4,3, dan 2 di Jawa Bali maupun di luar wilayah hingga kasus Covid-19 benar-benar landai.
Dicky mengatakan Indonesia berpotensi mengalami lonjakan kasus covid-19 pada akhir September hingga awal Oktober 2021 mendatang.
Dicky memproyeksikan jumlah sebaran kasus covid-19 di luar Jawa-Bali akan meningkat pada akhir September dan kemudian baru melandai di pertengahan Oktober 2021. Sementara Jawa-Bali, baru akan mulai melandai pertengahan September 2021.
Potensi Klaster Covid Kala Belajar Tatap Muka di Sekolah
Pembukaan sekolah untuk belajar tatap muka dikhawatirkan memunculkan klaster penularan virus corona. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Tren kasus Covid dan Kematian Anak Naik Jelang PTM
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkap peningkatan tren kasus positif dan kasus kematian akibat Covid-19 pada anak jelang penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Dante menjelaskan berdasarkan data yang dihimpunnya hingga 30 Agustus, ada peningkatan kasus positif pada anak hingga 2 persen, sementara kasus kematian pada anak juga meningkat meski kecil yaitu 0,68 persen.
Potensi Klaster Covid Kala PTM
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti khawatir belajar tatap muka memunculkan klaster penularan Covid-19 di sekolah. Menurutnya, angka kasus pada anak bisa saja meningkat karena capaian vaksinasi Covid-19 pada usia 12-17 tahun masih rendah.
Data survei KPAI di 34 provinsi pada 86.286 partisipan siswa mulai jenjang SD, SMP, SMA, termasuk SLB menunjukkan 64 persen siswa tersebut belum mendapat vaksin Covid-19. Sebanyak 36 persen di antaranya sudah mendapat vaksin Covid-19, namun hanya di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta.
Jumlah Pasien Wisma Atlet Sempat Bertambah
Jumlah pasien terpapar virus corona yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sempat mengalami kenaikan dalam tiga hari berturut-turut meski tidak signifikan.
Kepala Humas RSDC Wisma Atlet Kolonel Mintoro Sumego menyebut kenaikan jumlah pasien yang dirawat dalam beberapa hari terakhir banyak disumbang oleh Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi yang dinyatakan terpapar Covid-19 ketika tiba di Indonesia.
Indonesia Kedatangan Jutaan Vaksin Covid
Indonesia kembali menerima vaksin Covid-19 produksi perusahaan asal China, Sinovac sebanyak 9.200.000 dosis dalam bentuk bahan baku atau vaksin bulk hari ini, Senin (30/8).
Selain Sinovac, terdapat 1.086.000 dosis vaksin AstraZeneca dan 5 juta vaksin Sinovac jadi tiba di Tanah Air. Jutaan dosis vaksin yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta ini merupakan kedatangan vaksin tahap ke-43, 44, dan 45 di Indonesia.
Capaian Dosis Vaksin RI
Kementerian Kesehatan per pukul 12.00 WIB, Senin (30/8), mencatat 62.294.896 orang menerima suntikan dosis satu vaksin Covid-19. Namun, baru 35.314.460 orang yang menerima suntikan dosis dua.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru 29,91 persen untuk dosis satu. Sedangkan suntikan dosis dua baru berada di angka 16,96 persen.
Update Covid 30 Agustus 2021
Data harian yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin (30/8), mencatat tambahan kasus positif virus corona sebanyak 5.436 orang. Sementara pasien sembuh bertambah 19.398 orang, dan kasus kematian tercatat 568
Secara kumulatif, total positif Covid-19 mencapai 4.079.267 orang. Dari jumlah itu sebanyak 3.743.716 orang sembuh, 203.060 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 132.491 orang lainnya meninggal dunia.