Menkominfo: Masker dan Vaksinasi Kunci Tatanan Hidup Bersama

KPC-PEN, CNN Indonesia | Jumat, 03/09/2021 20:38 WIB
Pemerintah mengajak masyarakat memakai masker dan melakukan vaksinasi sebagai persiapan menuju tatanan kehidupan baru. Ilustrasi vaksin. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengajak masyarakat memakai masker dan melakukan vaksinasi sebagai persiapan menuju tatanan kehidupan baru yang berdampingan dengan Covid-19. Kebiasaan ini akan menjadi bagian rutinitas di tengah pandemi.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, mengungkapkan langkah transisi dan adaptasi dengan memakai masker dan vaksinasi mesti dimulai sebagai gaya hidup, yaitu gaya hidup sehat meski berdampingan dengan Covid-19.

Selama ini WHO serta banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, bersepakat bahwa pandemi tidak akan segera berakhir. Seluruh warga dunia harus siap untuk hidup bersama Covid-19 dalam jangka panjang.


Terlebih, para ilmuwan juga sudah memprediksi potensi pandemi menjadi endemi atau penyakit yang selalu ada di populasi atau wilayah tertentu.

Menurutnya penanganan Covid-19 di Indonesia mulai membaik, pemerintah melakukan pembukaan kembali kegiatan sosial dan ekonomi. Agar penyesuaian tersebut tidak memicu kenaikan kasus seperti yang terjadi di negara lain maka penegakan protokol kesehatan harus tetap dilakukan.

"Dengan bermasker dan sudah divaksin maka masyarakat bisa bekerja, belajar, berolahraga, beribadah, dan melakukan berbagai kegiatan di mana saja dengan lebih aman," ucapnya.

Partisipasi Masyarakat

Pemerintah, selaku pemangku, kebijakan membutuhkan partisipasi masyarakat agar pandemi dapat dikendalikan. Kontribusi masyarakat ini adalah memakai amsker dan melakukan vaksinasi. Dengan ikhtiar ini, kata dia, semoga dampak Covid-19 akan dapat ditekan dan kita tak perlu berlakukan lagi darurat PPKM.

Per 31 Agustus 2021, Indonesia telah melakukan 100 juta suntikan vaksin COVID-19. Capaian ini sejalan dengan upaya pemerintah yang terus menggencarkan program vaksinasi Indonesia. Terbukti, separuh dari 100 juta suntikan vaksin itu bisa diselesaikan dalam 2 bulan (Juli-Agustus 2021).

Pemerintah juga berupaya mempercepat program vaksinasi dan memastikan ketersediaan vaksin. Indonesia terus menerima kedatangan vaksin secara berkelanjutan. Hingga 1 September 20210, ketersediaan vaksin yang ada di dalam negeri telah mencapai lebih dari 218,5 juta dosis, baik bentuk bahan baku maupun vaksin jadi.

Lihat Juga :

"Vaksinasi akan memperkecil risiko penularan. Apabila terpapar sekalipun, kita akan terhindar dari gejala sakit berat atau akibat yang lebih fatal," jelas Menteri Kominfo.

Ia mengingatkan meski sudah divaksin, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan mengendurkan protokol kesehatan. Berkaca dari pengalaman beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, kelalaian masyarakat terhadap protokol kesehatan dapat memicu lonjakan kasus COVID-19. Masyarakat pun tak perlu pilih-pilih vaksin.

"Sebaik-baiknya vaksin yang adalah vaksin vaksin yang telah tersedia dan siap digunakan. Hal ini merupakan bagian dari protokol kebiasaan baru bagi Indonesia yang bersiap menuju hidup bersama Covid-19," pungkas Johnny.

(asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK