Demokrat Duga Jokowi Akan 2 Kali Tunjuk Panglima Hingga 2024

CNN Indonesia | Selasa, 07/09/2021 21:47 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari fraksi Demokrat menilai Jokowi akan dua kali melantik panglima, karena tiga kepala staf saat ini akan pensiun sebelum 2024. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memeriksa pasukan dalam perayaan HUT TNI ke-47, di Lanud Halim Perdanakusuma. Sabtu, 5 Oktober 2019. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anton Sukartono, memprediksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan pelantikan Panglima TNI sebanyak dua kali hingga 2024.

Pihaknya berpendapat demikian karena dari tiga kepala staf TNI yang digadang-gadang bakal menjadi pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto di kursi panglima itu sama-sama akan masuk masa pensiun sebelum 2024.

"Presiden Joko Widodo kemungkinan besar akan dua kali melantik Panglima TNI pada masa jabatannya yang berakhir pada tahun 2024 mendatang," kata Anton kepada wartawan, Selasa (7/9).


Ia menerangkan, KSAD Jenderal Andika Perkasa masuk masa pensiun pada November 2022. Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo pensiun pada 2023.

Sejauh ini, Anton mengakui bahwa Andika merupakan calon Panglima TNI yang performanya paling terlihat dibandingkan dua calon lainnya. Menurutnya, performa Andika terlihat dalam upaya peningkatan keahilan para prajurit dan pembenahan SDM di lingkungan TNI AD.

Namun, lanjutnya, kinerja Yudo sebagai KSAL juga bagus. Apalagi, sambungnya, Yudo dinilai berani mengambil sikap tenang dan berperan aktif menjaga stabilitas keamanan di perairan wilayah NKRI. Salah satunya, melakukan pengawasan kapal asing yang belok masuk ke wilayah teritorial NKRI.

"Yudo berkomitmen memastikan TNI akan terus menjaga Laut China Selatan agar terus kondusif, walaupun saat ini China tengah membuat rancangan undang-undang soal penjaga pantai atau coast guard yang akan ditugaskan di Laut Cina Selatan," tutur Anton.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa lembaganya belum menerima surat presiden (surpres) dari Jokowi terkait pencalonan Panglima TNI pengganti Hadi yang akan masuk masa pensiun pada November 2021 mendatang.

"Sampai dengan saat ini, sampai dengan Jumat (lalu) ya, itu surpres belum sampai ke DPR," kata Dasco dalam keterangan video yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (6/9).

Untuk diketahui, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon menyebut Jenderal Andika Perkasa akan menempati posisi Hadi sebagai Panglima TNI.

Tak hanya itu, Effendi juga mengatakan, Letnan Jenderal (Letjen) Dudung Abdurachman bakal menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam waktu dekat.

"Insya Allah semua akan terjadi dalam waktu dekat, Jenderal Dudung Abdurachman menjadi KSAD dan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI," kata Effendi lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/9).

Kendati demikian, dirinya urung menjelaskan lebih lanjut kapan tepatnya proses pergantian pimpinan TNI dan TNI Angkatan Darat tersebut akan dilakukan.

(mts/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK