KKB Lamek Tablo Diduga Bakar Puskesmas hingga Bank Papua

CNN Indonesia | Senin, 13/09/2021 18:07 WIB
TNI menyebut KKB pimpinan Lamek Tablo membakar sejumlah fasilitas umum di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Ilustrasi pembakaran. (Foto: Thinkstock/Aleksandr_Gromov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selain melakukan kontak tembak dengan TNI, Kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lamek Tablo diduga membakar sejumlah fasilitas umum yang ada di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Sebelumnya, KKB melakukan kontak tembak dengan aparat TNI-Polri di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Senin (13/9) pagi. 

Komandan Kodim 1715/Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw, dikutip dari Antara, Senin (13/9), mengatakan KKB pimpinan Lamek Tablo itu sempat melakukan baku tembak dengan aparat keamanan sekaligus melakukan pembakaran fasilitas umum di Kiwirok.


Baku tembak itu, lanjutnya, terjadi saat anggota mendapat laporan dan melihat KKB melintas di sekitar Kiwirok. Pihaknya berupaya mencegat hingga terjadi kontak senjata.

KKB, katanya, lantas melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum seperti gedung sekolah dasar (SD), kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua, dan puskesmas, serta rumah warga.

"Anggota TNI dan Polri masih bersiaga dan warga sipil saat ini mengamankan diri ke pos," ungkap Irreuw.

Dalam insiden itu, seorang prajurit dari Yonif 403/WP yang tergabung dalam satgas pengamanan perbatasan terluka akibat terkena rekoset atau pantulan peluru yang ditembakkan di lengan sebelah kanan. Namun, kondisinya kini sudah stabil.

"Memang benar Prada Ansar terluka di lengan kanan, namun kondisi stabil," kata Irreuw.

Ia menduga aksi KKB itu terkait dengan penangkapan dua anggota KKB yang baru dari Papua Nugini (PNG) dengan membawa lima pucuk senjata api laras panjang oleh anggota Koramil Batom bersama warga, Selasa (7/9).

"Saya sudah meminta seluruh personel TNI khususnya yang bertugas di perbatasan RI-PNG meningkatkan kesiapsiagaannya," tutur Letkol Inf Christian Irreuw.

Kiwirok dan Batom merupakan distrik di Pegunungan Bintang yang berbatasan dengan PNG.

KKB sebelumnya juga melakukan pembakaran alat berat milik PT Wijaya Karya (WIKA) yang sedang melakukan pembangunan jalan dari Oksibil ke Towe Hitam, Rabu (8/9).

Infografis Warga sipil korban KKB di PapuaInfografis Warga sipil korban KKB di Papua. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Tersangka Maybrat

Sementara itu, polisi menahan dan menetapkan satu dari tiga orang orang yang sempat diamankan aparat gabungan TNI/Polri di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Minggu (12/9), sebagai tersangka.

"Satu orang berinisial YS (28) kita tahan, sedangkan dua orang lain kita kembalikan/pulangkan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Polisi Adam Erwindi, Senin (13/9) malam.

Berdasarkan catatan kepolisian, YS terlibat dalam kasus pembunuhan pada tahun 2020 di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat.

Pembunuhan itu dilakukan bersama Ketua KNPB Maybrat, Adam Sori dan beberapa orang lainnya. Adam Sori di Vonis 6 tahun 6 bulan penjara atas kasus pembunuhan dengan korban Frins Siwa.

Erwindi menyebut YS ditetapkan tersangka bukan terkait penyerangan Pos Ramil Kisor. Hanya saja, saat dilakukan pemeriksaan, YS memiliki catatan kriminal lain yang saat itu ditetapkan Polisi sebagai DPO.

"Dia tersangka pembunuhan lain di tahun 2020. Korban saat itu dua orang. Korban minggal atas nama Frins Sewa san korban luka, Yohanis Sewa," tandasnya.

(mjo/hen/Antara/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK