Cak Imin Kritik RI Utamakan Ekonomi, Lupa Kehendak Konstitusi

CNN Indonesia | Selasa, 14/09/2021 07:54 WIB
Cak Imin mengkritik pemerintah yang cenderung pragmatis dalam menyelesaikan masalah konflik lahan berdasarkan Undang-undang Pokok Agraria (UUPA). Ketum PKB Muhaimin Iskandar menilai pemerintah sejak dulu hingga saat ini selalu mengutamakan ekonomi yang bergantung pada pasar global sehinggal melupakan kehendak konstitusi (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengkritik pemerintah yang cenderung pragmatis dalam menyelesaikan masalah konflik lahan berdasarkan Undang-undang Pokok Agraria (UUPA).

Menurutnya, pemerintah sejak dulu hingga sekarang cenderung mengutamakan peningkatan di aspek ekonomi ketimbang penyelesaian masalah agraria yang dikehendaki UUD 1945.

"Yang penting ekonomi tinggi dulu, yang penting angka pengangguran rendah. Akhirnya yang terjadi terlalu lupa terhadap substansi konstitusi. Lupa terhadap konstitusi ini karena tidak tahu solusinya apa," ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (13/9).


Cak Imin menilai ketidakberdayaan ekonomi nasional terhadap pasar global membuat penegakan UUPA selama ini tidak berjalan optimal. Itu terus terjadi meski pemerintah dan parlemen sudah berulang kali berganti.

"Ketidakberdayaan itu menyangkut sikap pragmatis pemerintah. Pemerintahan siapapun hari ini pasti akan tunduk kepada kekuatan ekonomi pasar karena ketidakberdayaan ekonomi nasional," kata dia.

Cak Imin menyarankan agar pemerintah membuat langkah-langkah yang tepat dengan tujuan memiliki daya tawar yang kuat terhadap pasar global. Jika demikian, maka perekonomian domestik tidak terlalu bergantung terhadap pasar global.

"Misalnya politik kesejahteraan menjadi prioritas, politik lingkungan hidup, politik ekonomi mandiri. Solusi-solusi seperti itu yang harus kita persiapkan jika ingin pada era yang mendatang taat kepada konstitusi," kata dia.

(tfq/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK