Cemas Siswa Diisolasi di Asrama Sekolah Imbas Klaster PTM

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 04:55 WIB
Sebanyak 58 orang di SMA 1 Padang Panjang terinfeksi virus corona. Siswa yang dinyatakan negatif Covid-19 ikut diisolasi di asrama sekolah. Petugas menyemprotkan disinfektan di ruang kelas SD Kenari 08 Pagi, Jakarta, Jumat (18/6/2021). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang siswa berinisial DF khawatir ketika mengetahui banyak teman di sekolahnya positif Covid-19. Dia merasa selama ini sudah menjalankan protokol kesehatan, menghindari kontak dengan orang luar, bahkan rajin tes antigen.

Ketakutan itu muncul ketika pada 9 September ditemukan 53 siswa dan 1 tenaga pengajar di SMAN 1 Padang Panjang terbukti positif Covid-19. Beruntung DF dan ratusan siswa lainnya dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR.

"Kami kira bisa langsung pulang ketika hasil negatif, ternyata enggak boleh pulang dan harus ikut isolasi di asrama sekolah," kata DF saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (14/9).


Menurutnya, fasilitas asrama tak sepenuhnya menunjang penerapan protokol kesehatan, meskipun tempat cuci tangan serta sabun sudah disediakan di beberapa titik. Banyaknya peserta didik yang tinggal di asrama itu membuat setiap orang sulit menjaga jarak.

DF juga masih sering bersinggungan dengan siswa yang berstatus kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Pihak sekolah memang menempatkan siswa negatif Covid-19, serta siswa tanpa gejala yang sempat kontak erat di satu tempat yang sama.

Sementara pasien yang diketahui positif Covid-19 ditempatkan di ruang berbeda namun masih dalam lingkungan area sekolah.

"Takut sih pasti, kadang di ruang makan ngumpul gitu sulit prokes," tuturnya.

Belum sepekan tinggal di asrama, DF dikagetkan kembali dengan tambahan empat orang positif Covid-19 dari hasil tes PCR pada Senin (13/9). Satu siswa dan tiga tenaga pendidik dikabarkan positif Covid dari hasil tes kedua.

Total kasus positif Covid-19 di SMAN 1 Padang Panjang kini berjumlah 58 orang. DF mengatakan seluruhnya menjalani isolasi mandiri di sekolah.

Menurut DF, pihak sekolah baru memperbolehkan peserta didik yang negatif Covid-19 pulang ke rumah pada Senin kemarin. Namun peserta didik baru bisa pulang jika dijemput orang tua.

Sebanyak 35 peserta didik putra dan 60 peserta didik putri masih menunggu jemputan orang tua atau wali untuk bisa meninggalkan area sekolah.

"Saya pingin cepat pulang aja sih, nunggu orang tua jemput," kata DF.

Temuan 54 siswa di SMAN 1 Padang Panjang terinfeksi Covid-19 mengemuka pada Sabtu (11/9). Temuan tersebut dilaporkan setelah sekolah menerapkan kembali pembelajaran tatap muka (PTM).

Kepala Sekolah, SMAN 1 Padang Panjang, Sefriadi telah membenarkan bahwa sebanyak 54 murid tersebut terpapar Covid-19 setelah diadakan tes PCR secara massal.

Dia mengakui siswa yang terindikasi Covid-19 dan yang sehat memang dicampur dan digabung karena mereka tidak menyebut ada keluhan khusus. Pihak sekolah memberikan catatan kepada siswa agar tidak melakukan kontak erat satu sama lain sebelum hasil tes keluar.

Peristiwa serupa sebenarnya sempat terjadi di SMAN 1 Padang Panjang pada Mei-Juni lalu. Pada kurun waktu ini dilaporkan klaster sekolah dengan sedikitnya ada 27 siswa asrama dinyatakan positif Covid-19. Seluruh siswa yang positif tersebut menjalani isolasi mandiri di asrama, sementara siswa dengan hasil tes PCR negatif dipulangkan.

Infografis Ciri Pasien Covid Harus ke Rumah SakitInfografis Ciri Pasien Covid Harus ke Rumah Sakit. (CNN Indonesia/Fajrian)
(mln/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK