BIN Klaim Deteksi Dini Aksi Teror Tanggapi Peringatan Jepang

CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 09:41 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi ancaman aksi terorisme terus dilakukan di Indonesia. Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi ancaman aksi terorisme terus dilakukan di Indonesia. (Foto: Dok. bin.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menyatakan pihaknya terus melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi ancaman aksi terorisme di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan merespons peringatan dari pemerintah Jepang terkait potensi ancaman teror di Indonesia beberapa waktu lalu.

"BIN melakukan langkah antisipatif terhadap potensi ancaman aksi terorisme di wilayah Indonesia dengan terus mengoptimalkan deteksi dini dan cegah dini," kata Wawan dalam keterangan resminya, Jumat (17/9).


Tak hanya itu, upaya lain juga diklaim telah dilakukan BIN untuk mencegah potensi teror. Salah satunya dengan mengembangkan partisipasi masyarakat melalui sistem lapor cepat. BIN juga bersinergi dengan Polri, TNI, dan BNPT.

Baginya, peringatan pemerintah Jepang terkait potensi ancaman teror di Indonesia merupakan hal yang wajar.

"Itu dilakukan oleh negara lain sebagai upaya untuk melindungi warga negaranya," kata dia.

Melihat hal tersebut, Wawan meminta agar masyarakat Indonesia dapat menyikapi peringatan tersebut secara bijak. Ia berharap tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan dari masyarakat. Namun di sisi lain perlu untuk membangun kewaspadaan.

"Aparat keamanan terus siaga dalam upaya melindungi warganya maupun warga negara asing di Indonesia, sebagaimana warga negara kita juga dilindungi aparat keamanan di negara tersebut," kata Wawan.

Sebelumnya, pemerintah Jepang sempat mengeluarkan peringatan agar warganya berhati-hati terkait potensi ancaman teror di enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Filipina, Myanmar, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengklaim mendapat informasi peningkatan risiko ancaman teror seperti bom bunuh diri di enam negara tersebut.

Peringatan Jepang itu membuat bingung enam negara Asia Tenggara. Sejumlah negara tak mengetahui ancaman teror. Kantor Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pun mengaku tidak mengeluarkan peringatan untuk warga negaranya di Indonesia.

"Yang dapat kami sampaikan adalah, sampai saat ini Kedutaan Besar Jepang di Indonesia tidak mengeluarkan alert atau peringatan kepada warga Jepang di Indonesia," kata kantor Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa (14/9).

(rzr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK