Giring PSI Tuding Anies Pembohong: Ingat Rekam Jejaknya!

CNN Indonesia
Selasa, 21 Sep 2021 15:29 WIB
Anies disebut Giring pura-pura peduli rakyat di masa pandemi, padahal kebijakannya tak sesuai. Ia mencontohkan anggaran Rp1 triliun untuk Formula E. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha, menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong.

Anies disebut Giring kerap berpura-pura peduli terhadap masyarakat di tengah kesulitan masyarakat saat pandemi virus corona (Covid-19).

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Gubernur Anies di tengah pandemi dan penderitaan rakyat. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan presiden 2024," kata Giring dalam keterangan resminya, Senin (21/9) kemarin.


Giring mencatat bahwa Anies kerap menampakkan diri peduli dengan penderitaan rakyat di masa pandemi di hadapan media. Namun, ia mengajak publik untuk menguji kebenaran citra peduli Anies itu dengan melihat penggunaan uang rakyat melalui APBD DKI di masa pandemi.

APBD DKI, tuding Giring, digunakan Anies untuk kepentingan ego pribadinya semata. Salah satunya dengan menggunakan Rp1 triliun untuk menggelar acara balap mobil Formula E.

Uang muka acara Formula E, kata dia, dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat pandemi. Padahal, acara balap mobil itu tak berguna bagi masyarakat yang tengah tertimpa musibah pandemi.

"Uang sebanyak itu dihabiskan Anies di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal dunia, dan hidupnya susah karena pandemi. Uang Rp 1 triliun dia keluarkan padahal rakyat telantar tidak bisa masuk rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan, " ujar Giring.

Di sisi lain, Giring menyinggung bahwa Anies sempat mengklaim tidak punya dana untuk mengatasi Covid-19 di Jakarta. Bahkan, sempat meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jakarta.

Dalam situasi krisis, kata Giring, seorang pemimpin harus berupaya keras untuk menyelamatkan rakyat. Baginya, prinsip mendahulukan kepentingan rakyat merupakan langkah yang lebih penting dilakukan pemimpin.

"Gubernur Anies bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis," kata Giring.

"Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," tambah Giring.

CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Naufal Firman Yursak dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkait tudingan Giring itu melalui pesan singkat. Namun yang bersangkutan belum merespons hingga berita ini diturunkan.

Sementara Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif menilai narasi yang dibangun oleh Giring tersebut sangat dangkal dan sarat dengan kebencian.

"Kritik itu jangan asbun (asal bunyi) dan sarat kebencian. Kasihan saya dengan Giring, sekelas ketua Partai seperti orang kesurupan. Saya mengajak rileks sedikitlah, supaya agak jernih beropini," kata Syarif saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/9).

Syarif menyatakan, jika ingin mengkritik, seharusnya Giring menggunakan narasi yang proporsional dan rasional.

Selain itu di tengah pandemi Covid-19, kritik harusnya didasari komitmen untuk perbaikan.

"Nyapres-nya Anies aja kita enggak tahu pasti lewat parpol mana? Udah ngomong rakyat jangan pilih Anies. Nyapres aja belum sudah halusinasi pilpres," ujarnya.

Anies belum memberi tanggapan soal tudingan Giring. Dia pun selama ini enggan merespons urusan Pilpres 2024. Beberapa kali Anies kerap menyatakan saat ini dia hanya ingin fokus bekerja mengurus Jakarta.

(rzr/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER