Anies Klaim Dunia Tercengang Melihat Indonesia Tangani Covid

CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 12:52 WIB
Anies Baswedan mengklaim Indonesia bisa lepas dari fase yang sulit pandemi Covid-19 hingga kini berasa di fase yang lebih aman. Anies Baswedan lega pandemi Covid-19 di Indonesia mereda. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dunia tercengang melihat Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Ia menyebut, Indonesia bisa lepas dari fase yang sulit hingga kini berasa di fase yang lebih aman.

"Hari ini dunia menengok ke Indonesia dengan rasa cengang betapa kita bisa menjalani masa ujian kemarin dengan baik dan sekarang kita berasa di fase yang jauh-jauh lebih aman," kata Anies saat memberi sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Rapat Ikada ke-76, Senin (20/9).

Anies mengatakan, keberhasilan Indonesia lewat dari masa sulit itu berkat kerja sama dari seluruh komponen, baik yang berada di jajaran atas nama negara dan rakyat dengan berbagai badan di dalamnya.


Kerja sama itu, menurutnya, mengulang momen di September 1945 ketika pemerintah dan rakyat menyatakan bergerak bersama.

"Kita yang bertugas di Jakarta jangan pernah anggap remeh peristiwa Ikada 1945, itulah cikal bakal bangkitnya gerakan rakyat di seluruh Indonesia. Inilah cikal bakal solidnya gerakan rakyat bersama dengan pemerintah," kata Anies.

"Karena itu sekarang ini solidnya kita bekerja bersama dalam menghadapi pandemi harus diteruskan dalam kerja bersama di berbagai aspek," tambahnya.

Hingga Minggu (19/9), kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 2.234, sehingga total orang yang terinfeksi mencapai 4.190.763 jiwa.

Sementara pasien sembuh sebanyak 6.186 orang, sehingga total kesembuhan menjadi 3.989.326 orang.

Untuk kasus kematian, tercatat ada tambahan 145 kasus, dengan total kematian akibat Covid selama pandemi mencapai 140.468 kasus.

Dalam menekan penyebaran Covid-19, pemerintah menyatakan akan terus menerapkan PPKM di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali selama virus corona belum sepenuhnya hilang. Penerapan PPKM di Jawa-Bali akan dievaluasi tiap satu pekan dan di luar Jawa-Bali tiap dua pekan sekali.

(yog/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK