Rapat APBD Ricuh, Wajah Ketua DPRD Humbahas Sumut Disiram Air

CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 16:27 WIB
Anggota F-Golkar di DPRD Humbahas, Sumut, menyiramkan air ke Ketua DPRD lantaran tak sepakat dengan keputusan soal APBD Perubahan 2021. Ilustrasi kantor DPRD. (Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Medan, CNN Indonesia --

Kericuhan saat rapat pembahasan APBD Perubahan 2021 di DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, viral di media sosial, Selasa (21/9).

Ketua Fraksi Golkar di DPRD Humbahas Bantu Tambunan tiba-tiba menyiramkan air ke wajah Ketua DPRD Kabupaten Humbahas Ramses Lumban saat rapat berlangsung.

Dalam video yang beredar, suasana rapat mulai memanas ketika Ramses Lumban Gaol mengetuk palu. Salah seorang anggota DPRD lainnya mempertanyakan keputusan yang diambil Ramses Lumban Gaol.


"Kenapa diputuskan, kenapa diputuskan, hei hei... saya ini anggota dewan, kenapa diputuskan," ujar anggota DPRD yang mengenakan kemeja hitam tersebut.

"Karena ada yang setuju," ucap Ramses menjawab pertanyaan itu.

Kemudian, Ketua Fraksi Golkar DPRD Humbahas Bantu Tambunan yang juga tidak menyetujui keputusan itu langsung menggebrak meja. Dia berdiri dan mendatangi Ramses yang duduk di bagian depan.

Bantu lantas mengambil gelas berisi air di atas meja dan langsung menyiramkannya ke wajah Ramses.

"Kau cabut itu, cabut, cabut!" cetus dia.

Bantu Tambunan dan rekannya itu bahkan mencoba memukul Ramses. Anggota DPRD lainnya yang berada di ruangan itu langsung melerai perkelahian tersebut. 

Ketua DPD II Golkar Humbang Hasundutan Harry Marbun saat dikonfirmasi mengatakan keributan terjadi karena Ketua DPRD Humbahas memaksakan kehendak tanpa mengindahkan aturan.

"Ada mekanisme yang harus dipenuhi di DPRD itu. Ada penyampaian LKPJ, RPJMD, hingga pembahasan P-APBD. Itu semua ada tahapan dan mekanismenya. Jangan dilanggar," jelasnya, Selasa (21/9/2021).

Penyiraman air tersebut, tambahnya, lantaran anggota Fraksi Golkar kecewa atas sikap Ketua DPRD Humbahas yang mengabaikan aturan terkait pembahasan Perubahan APBD 2021.

"LKPJ saja belum disampaikan, kenapa kemudian sudah dibahas P-APBD. Ketua DPRD bilang karena mengejar tahun anggaran yang tinggal 3 bulan lagi. Kita menilai lebih baik tidak usah ada P-APBD jika memang pada akhirnya melanggar mekanisme yang ada," tuturnya.

Harry memastikan partainya akan tetap mengawal agar seluruh mekanisme pembahasan anggaran di DPRD Humbahas selalu berpedoman pada peraturan.

"Hanya saran saya, jangan menimbulkan keributan. Kalau aturan dilanggar harus dipikirkan bahwa itu ada konsekuensi hukum. Golkar tidak boleh melanggar aturan. Sepanjang dipegang aturan maka saya dukung," tandas dia.

(fnr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK