Kronologi Perburuan Ali Kalora, Sempat 2 Kali Lolos Kepungan

CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 06:12 WIB
Sepanjang 2021 aparat melumpuhkan tujuh teroris Poso, Sulteng secara bertahap, termasuk Ali Kalora. Ilustrasi perburuan teroris Poso. (Foto: ANTARA FOTO/Rangga Musabar/bmz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabsus) TNI menyebut tujuh teroris Poso, termasuk pimpinannya Ali Kalora, dilumpuhkan sepanjang 2021.

Koopsgabsus merupakan unit yang dibentuk TNI untuk mengejar 11 daftar pencarian orang (DPO) teroris kelompok Qatar dan Ali Kalora di pedalaman hutan dan pegunungan Poso, Sigi, dan Parimo Sulawesi Tengah.

"Periode Januari sampai pertengahan September 2021, operasi perburuan yang digelar tersebut telah berhasil melumpuhkan 7 orang DPO Teroris MIT Poso termasuk tokohnya yakni Qatar dan Ali Kalora," kata tim Analis Koopsgabsus Kolonel Inf Henri Mahyudi dalam keterangan resminya, Selasa (21/9).


Menurut Henry, Tim Chandraca 5 Koopsgabsus dan Satgas Madago Raya berhasil mengepung kelompok Ali Kalora pertama kali di hutan Taunca pada Selasa (2/2). Namun, kelompok Ali Kalora berhasil lolos sebelum tim gabungan tiba di lokasi.

Pascapengepungan itu, aparat TNI-Polri berhasil menyita beberapa perlengkapan milik kelompok Ali Kalora. Setelah itu, perburuan dilanjutkan.

Pada hari pertama Maret lalu, tim Koopsgabsus dan Satgas Madago Raya menyergap kelompok Ali Kalora bersama tiga orang teroris lainnya di Pegunungan Watumatoto, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir.

Penyergapan itu diwarnai dengan baku tembak itu dua teroris ditembak tewas. Salah satu teroris tersebut diidentifikasi sebagai Irul alias Khairul, menantu Santoso Pimpinan teroris Poso sebelumnya dan Alvin alias Sami.

"Kelompok Ali Kalora tersebut sempat memberikan perlawanan kepada Tim Chandraca dengan membalas tembakan dan melempar bom rakitan serta bom lontong," tutur Henry.

Dalam peristiwa itu, petugas berhasil menembak kaki Ali Kalora. Namun, Ali Kalora dan Jaka Ramadhan melarikan diri. Mereka melompat ke dalam jurang dan memanfaatkan suasana gelap di hutan lebat yang menjadi lokasi baku tembak.

Tim Koopgabsus dan Satgas Madago Raya kemudian melacak jejak pelarian kelompok Qatar setelah berhari-hari melewati medan yang sulit. Kelompok teroris ini bersembunyi di dalam hutan Tokasa, Tanalanto, Kabupaten Primo. Lokasi itu sulit dijangkau dengan kendaraan udara maupun darat.

Dalam operasi senyap itu, aparat gabungan TNI-Polri berhasil menewaskan dua teroris atas nama Qatar dan Rukil pada Minggu (11/7).

Satgas Madago Raya menerbitkan selebaran daftar pencarian orang (DPO) empat teroris Poso yang saat ini menjadi buron pasca tewasnya dua teroris Ali Kalora dan Jaka Ramadhan pada Sabtu (18/9).Daftar pencarian orang (DPO) empat teroris Poso yang tersisa. (Foto: Arsip Satgas Madago Raya)

Menurut Henry, Qatar merupakan eksekutor utama teroris Poso. Ia dipanggil dengan nama Amir, pimpinan di kelompoknya, dan dikenal sebagai sosok yang sadis.

"Selama ini Qatar dan Ali Kalora berpisah karena ada ketidakcocokan dan pertentangan di antara dua pemimpin teroris tersebut," terang Henry.

Kurang dari sepekan, aparat gabungan berhasil memburu, menyergap, dan menembak mati teroris atas nama Abu Alim di daerah Batu Tiga, Torue, Parimo pada Sabtu (17/7).

Sebelumnya, kata Henry, Abu Alim sempat berhasil lolos dari sergapan aparat dengan cara melompat ke lembah dalam suasana gelap dan kepungan hutan lebat.

Dua bulan berselang, aparat gabungan berhasil menyergap dan menembak mati dua teroris lainnya atas nama Ali Kalora dan Jaka Ramadhan di kawasan perkebunan dekat dengan perkampungan Dusun Astina, Balinggi, Parimo.

Menurut Henry, Panglima Koopsgabsus Tricakti Mayjen TNI Richard T.H Tampubolon mengatakan saat ini masih tersisa empat DPO teroris.

"Dihubungi melalui saluran telepon (Richard) hanya menjawab singkat bahwa saat ini tinggal empat DPO Teroris yang tersisa," jelas Henry.

(iam/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK