Polisi Sebar Foto Tampang 4 Buron Teroris Poso

CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 18:04 WIB
Polisi resmi merilis selebaran berisi wajah empat buron teroris Poso yang masih tersisa usai tewasnya Ali Kalora. Polisi resmi merilis selebaran berisi wajah empat buron teroris Poso yang masih tersisa usai tewasnya Ali Kalora. Foto: Arsip Satgas Madago Raya
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Madago Raya menerbitkan selebaran daftar pencarian orang (DPO) empat teroris Poso yang berstatus buron usai kematian dua teroris Ali Kalora dan Jaka Ramadhan pada Sabtu (18/9).

"Satgas Madago Raya keluarkan selebaran terhadap 4 orang DPO teroris Poso," Wakil Kepala Satgas Humas Madago Raya, AKBP Bonto Budiyono dalam pesan tertulis yang CNNIndonesia.com terima, Selasa (21/9).

Dalam sebuah selebaran digital yang diterbitkan Satgas Madago Raya, terpampang empat nama teroris berikut dengan foto mereka.


Mereka adalah Askar Alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Satgas Madago Raya meminta agar masyarakat yang mengetahui keberadaan empat DPO tersebut agar segera menghubungi Polres Poso melalui nomor 085298562999, Polres Sigi 082190690191, atau Polres Parimo melalui 082260088723.

"Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan para DPO untuk segera menghubungi kepolisian terdekat," sebagaimana dikutip dari pamflet tersebut.

Empat DPO teroris itu belum tertangkap ketika Satgas Madago Raya terlibat baku tembak dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia timur (MIT), pekan lalu. Dalam baku tembak ini pimpinan MIT Ali Kalora dan Jaka Ramadhan dinyatakan tewas.

Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Pol Didik Supranoto mengimbau kepada empat DPO tersebut agar menyerahkan diri secara baik-baik kepada pemerintah.

"Dengan telah ditangkapnya dua DPO teroris Poso maka saat ini Satgas Madago Raya masih memiliki empat sisa DPO teroris," kata Didik akhir pekan lalu.

Sementara itu, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Ahmad Nurwahid mengatakan pasca tewasnya Ali Kalora, kelompok tersebut akan memilih pemimpin baru. Orang yang dipilih adalah yang memiliki wibawa, pengaruh, kompeten, atau paling berani.

"(Pemimpinnya) pasti akan ditunjuk. Itu sudah pasti, hanya belum saja, hanya belum saja," ujar Ahmad saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (20/9).

(iam/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK