Ganti Rugi Belum Lunas, Warga Tutup Jalan di Sentani Papua

CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 02:06 WIB
Warga protes menutup jalan Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua lantaran ganti rugi pembebasan lahan belum dilunasi oleh pemerintah setempat. Sejumlah warga adat menutup jalan penghubung Telaga Ria dan Dapur Papua, Kecamatan Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, (21/9) pagi. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Tomi)
Maluku, CNN Indonesia --

Sejumlah warga adat menutup jalan penghubung Telaga Ria dan Dapur Papua, Kecamatan Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, (21/9) pagi. Mereka protes lantaran ganti rugi pembebasan lahan belum dilunasi oleh pemerintah setempat.

Dalam video yang diterima CNNIndonesia.com dari anggota Brimob Polda Maluku, warga bersikeras dan menuntut Bupati Jayapura Mathius Awoitauw segera melunasi utang ganti rugi lahan tersebut.

Anggota Brimob Polda Maluku ini berada di Papua untuk membantu mengamankan pelaksanaan PON XX. Mereka pun ikut dikerahkan mengawal anggota Polsek Sentani Timur membuka akses jalan tersebut.


Beberapa polisi berusaha memindahkan kayu hingga bambu yang dibentangkan di tengah jalan.

Penutupan jalan menggunakan batang bambu dan kayu buntut pembayaran ganti rugi lahan warga adat yang belum diselesaikan pemerintah setelah proyek pembangunan Jalan Telaga Ria-Dapur Papua, Kabupaten Sentani, Kecamatan Sentani Timur dinyatakan rampung.

Komandan Kompi 1 Penugasan, Iptu B. Hawu Haba mengatakan setelah menerima informasi pemboikot jalan sekitar 19 personil anggota Brimob Polda Maluku bersama 12 personil Sabhara Polres Jayapura, dan 5 personil dari Polsek Sentani Timur menuju ke lokasi.

Hawu mengatakan warga sempat menolak dan bersikeras tak mau membuka akses jalan tersebut. Mereka akhirnya mau membuka jalan setelah bernegosiasi langsung dengan Kapolda Papua, Irjen Matius D. Fakhiri.

Kepada Kapolda, ketua adat dan kepala suku meminta agar pemerintah daerah segera melunasi ganti rugi tersebut. Mendengar permintaan tersebut, Kapolda Irjen Pol Matius berjanji akan meneruskan pengusulan warga kepada pemerintah daerah.

"Pertemuan berlangsung aman dan semua aspirasi dan masukan dari tokoh masyarakat, tokoh adat maupun kepala suku telah diterima Kapolda untuk disampaikan kepada pemerintah daerah," kata Hawu.

Sebagai informasi, sekitar 200 anggota Brimob Polda Maluku dikirim untuk mengamankan PON XX Papua. Polri juga mengirim ratusan personel Brimob dari daerah lainnya.

(sai/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK