Dinkes DKI Belum Diberi Info 25 Klaster Covid-19 Selama PTM

CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 21:10 WIB
Dinkes DKI Jakarta belum mendapatkan informasi terkait 25 klaster Covid-19 selama PTM di sekolah. Pihaknya akan mengecek informasi itu terlebih dahulu. Sejumlah murid menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyatakan belum mendapatkan informasi terkait 25 klaster Covid-19 selama proses pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Pihaknya akan mengecek informasi itu terlebih dahulu.

Informasi soal 25 klaster Covid-19 selama PTM tercantum dalam website milik Kemendikbud, sekolah.data.kemendikbud.go.id. Di dalamnya ditampilkan data infografis klaster pada PTM.

Untuk wilayah DKI Jakarta, tercatat 25 klaster pada PTM dari total 900 responden sekolah.


"Tapi sekali lagi, kita belum diberikan info atau masih dalam proses melakukan investigasi bersama dengan disdik," kata Kepala Dinkes DKI Jakarta, Widyastuti di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (22/9).

"Tentu kami akan kroscek semua data, karena definisi klaster perlu disamakan persepsinya," tambahnya.

Ia mengatakan pada saat PTM dimulai, kasus Covid-19 bisa berasal dari mana saja. menurutnya, kasus itu bisa jadi berasal dari keluarga maupun dari interaksi di jalanan.

"Atau mungkin komunitas sekolah ada interaksi sekolah yang kebetulan masuk dan sebagainya, jadi untuk mengatakan apakah itu murni klaster sekolah, diperlukan pembuktian. Tim kami sedang mendalami awal indeksnya dari mana," ujarnya.

Ia mengatakan selama PTM berlangsung, memang ditemukan kasus positif Covid-19. Namun, menurutnya, diperlukan investigasi mendalam untuk menentukan bahwa itu memang klaster PTM.

Selain data terkait klaster Covid-19 selama PTM, Kemendikbud juga mencatat sebanyak 227 pendidik dan tenaga kependidikan dilaporkan terinfeksi Covid-19. Sementara untuk peserta didik yang terinfeksi berjumlah 241 orang. Namun demikian, tidak dijelaskan data tersebut dihimpun sejak periode kapan.

Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Habibie membenarkan website itu milik Kemendikbud. Namun saat dikonfirmasi soal klaster PTM di Jakarta, ia mengaku akan mengecek terlebih dahulu.

"Saya perlu cek dulu ke teman-teman teknis ya," katanya.

Kemendikbudristek mencatat sebanyak 2,8 persen atau 1.296 sekolah melaporkan klaster penyebaran Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan jumlah itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya terhadap 46.500 sekolah hingga 20 September.

Dalam paparan Jumeri, klaster penyebaran Covid-19 paling banyak terjadi di SD sebesar 2,78 persen atau 581 sekolah. Disusul, 252 PAUD, SMP sebanyak 241 sekolah. Kemudian SMA sebanyak 107 sekolah, SMK 70 sekolah, dan terakhir Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 13 sekolah.

Infografis Syarat Sekolah Boleh Tatap MukaInfografis Syarat Sekolah Boleh Tatap Muka. (CNN Indonesia/Fajrian)
(yoa/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK