WHO Soroti Klaster Sekolah Tatap Muka, 193 Siswa Positif

CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 21:49 WIB
Klaster covid-19 terjadi di dua sekolah di Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Total sebanyak 193 siswa dinyatakan positif covid-19. WHO menyoroti klaster covid-19 yang terjadi usai PTM di Sumbar dan Kalbar. (CNN Indonesia/Tunggul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti tingginya kasus klaster siswa terinfeksi positif virus corona (covid-19) setelah pembelajaran tatap muka (PTM) digelar. Klaster covid itu terhadi di satu sekolah di Sumatera Barat dan Kalimantan Barat.

"Sekitar satu bulan selama aktivitas pembelajaran daring, 54 siswa dari SMA 1 Padang Panjang, Sumatera Barat dipastikan terpapar covid-19 pada 11 September," tulis laporan situasi covid-19 mingguan WHO per 15 September 2021, Kamis (16/9).

WHO menghimpun berbagai sumber pemberitaan di Indonesia yang menyebutkan bahwa 54 siswa di Padang Panjang tersebut terpapar covid-19 sejak diberlakukannya kembali PTM terbatas pada 4 September 2021.


Temuan itu bermula saat salah seorang murid yang menunjukkan gejala Covid-19 di lingkungan asrama, berupa demam dan kehilangan indera penciuman. Meski terdeteksi sebagai sebuah gejala potensi covid, sang anak masih ditempatkan di dalam satu asrama dengan siswa lainnya.

Tak berselang lama setelahnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harrison mengkonfirmasi terjadinya klaster covid-19 di salah satu tempat perkuliahan di Kabupaten Bengkayang. Hal itu terjadi lantaran selama proses perkuliahan tatap muka, mahasiswa tinggal dalam satu asrama.

"Pada 12 September, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat juga melaporkan bahwa berdasarkan hasil tes RT PCR, 139 siswa dari institut tersebut dipastikan mengidap covid-19," imbuh WHO.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim baru-baru ini menegaskan bahwa sekolah wajib membuka opsi belajar tatap muka jika vaksinasi Covid-19 terhadap guru telah rampung.

Menurut Nadiem, opsi belajar tatap muka harus segera dilakukan supaya sekolah lekas beradaptasi dengan penerapan protokol kesehatan baru di masa pandemi Covid-19.

Selanjutnya, mengutip situs resmi Kemendikbudristek per Kamis (16/9), baru 42 persen atau 115.592 sekolah yang telah menggelar belajar tatap muka terbatas di masa pandemi. Masih ada sekitar 158 ribu sekolah mulai jenjang PAUD hingga menengah yang belum menggelar tatap muka.

Sekolah tatap muka masih didominasi oleh TK yang angkanya mencapai 60,60 persen, lalu SD 56,69 persen, SMK 51,97 persen, SMA 51,75 persen, dan SMP 52,48 persen.

(khr/sur)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK