Covid Masuk Sekolah Berujung Daerah Setop Belajar Tatap Muka

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 06:47 WIB
2,8 persen atau 1.296 dari 46.500 sekolah melaporkan klaster covid-19 selama PTM terbatas. Sejumlah daerah menghentikan PTM demi mencegah tambahan penularan. Ilustrasi pembelajaran tatap muka. 2,8 persen atau 1.296 dari 46.500 sekolah melaporkan klaster covid-19 selama PTM terbatas. Sejumlah daerah menghentikan PTM demi mencegah tambahan penularan. (AP/Dita Alangkara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa sekolah terpaksa harus menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran terdapat klaster Covid-19 baru di sana. Penutupan itu pun dilakukan agar tidak mempercepat laju penularan Covid-19.

Di Purbalingga misalnya, 151 siswa SMP dinyatakan terpapar covid. Sebagai tindak lanjut, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menghentikan proses PTM.

Dyah menyampaikan terdapat 61 kasus positif baru di SMPN 3 Mrebet usai dites antigen. Sementara itu, di SMPN 4 Mrebet awalnya ditemukan 90 siswa positif Covid-19. Penambahan kasus tersebut, menjadikan total siswa positif Covid-19 di Purbalingga menjadi 151 anak.


"Untuk sementara seluruh pelaksanaan PTM di Purbalingga dihentikan sementara sampai ada evaluasi lebih lanjut, sampai ada SOP lebih rigid terkait pelaksanaan PTM," kata Dyah kepada CNNIndonesia TV, Rabu (22/9).

Klaster sekolah juga ditemukan di Jepara. Sebanyak 25 siswa dan 3 guru positif Covid-19 ditemukan di Madrasah Tsanawiyah Al Muttaqim di Desa Rengging, Pecangaan, Jepara. Buntutnya, Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah juga memutuskan untuk menghentikan PTM di semua jenjang pendidikan sekolah, mulai PAUD, SD dan SMP.

"Tatap muka dihentikan, sambil menunggu hasil evaluasinya seperti apa. Kami belum bisa memastikan kapan kembali diperbolehkan pembelajaran tatap muka," kata Bupati Jepara Dian Kristiandi mengutip Antara (22/9).

Kemendikbudristek secara terpisah mencatat sebanyak 2,8 persen atau 1.296 sekolah melaporkan klaster penyebaran Covid-19 selama PTM terbatas. Jumlah itu didapat dari hasil survei yang pihaknya lakukan terhadap 46.500 sekolah hingga 20 September.

Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri merinci klaster penyebaran Covid-19 paling banyak terjadi di SD dengan 581 sekolah. Disusul 252 PAUD, SMP sebanyak 241 sekolah. Kemudian, di SMA sebanyak 107 sekolah, SMK 70 sekolah, dan terakhir Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 13 sekolah.

Diketahui, pemerintah telah memperbolehkan sekolah menggelar PTM secara terbatas selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kali ini. Kapasitas sekolah untuk menggelar PTM berbeda-beda tergantung jenjang pendidkan sekolah dan leveling PPKM di daerah tersebut.

(yla/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK