Warga Ambon Protes Jalan Rusak, Belasan Truk Sampah Mengantre

CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 14:15 WIB
Warga Ambon memblokade jalan menuju Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Toisapu, Senin (27/9), untuk memprotes kerusakan jalan. Deretan truk sampah megantre akibat blokade jalan oleh warga Dusun Benteng Karang, Ambon, yang memprotes kerusakan jalan, Senin, (27/9 (Foto: cnnindonesia/said)
Ambon, CNN Indonesia --

Sebanyak 16 truk sampah milik Pemerintah Kota Ambon tertahan di pintu masuk Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Toisapu, Kota Ambon, Maluku, Senin (27/9), akibat blokade jalan oleh warga.

Warga memprotes Pemerintah yang tak pernah memperbaiki jalan menuju TPST yang rusak selama bertahun-tahun.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, warga Dusun Amauri, Desa Passo, Kecamatan Baguala Ambon Maluku membentangkan sepotong kayu dan pohon di tengah jalan. Mereka juga menduduki badan jalan sebagai bentuk protes terhadap pemkot Ambon sejak pukul 07.00 WIT.


Akibatnya, belasan truk sampah mengantre di puncak gunung pintu masuk TPST. Para sopir pun mengaku tak bisa berbuat banyak setelah diminta warga untuk tidak melanjutkan perjalanan.

Para petugas sampah yang kelelahan sempat tertidur di tengah jalan sambil menunggu keputusan warga membuka akses jalan.

Bhayangkara Pembina Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polri dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI sektor Teluk Ambon Baguala pun tiba di lokasi.

Namun, mereka tak bisa berbuat banyak dan hanya membantu warga yang berjalan kaki menuruni tanjakan di jalan rusak dan berlubang.

Akibat penutupan jalan itu juga, warga yang menuju dan dari Kota terpaksa berjalan kaki saat melintasi blokade jalan.

Warga Dusun Benteng Karang, Desa Passo, Yusuf, mengatakan pihaknya memutuskan untuk menutup akses jalan buntut jalan rusak yang berpuluh tahun tak diperbaiki Pemkot Ambon.

"Ini soal jalan, jalan di sini setiap musim hujan rusak, sering menelan korban jiwa, pemkot masih diam, kami tidak mengizinkan truk sampah, sampai pemkot Ambon mengaspal jalan ini," ujar Yusuf di lokasi penutupan jalan, Senin (27/9).

Menurutnya, jalan menjadi rusak akibat saluran drainase yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon tidak berfungsi karena tertutup material lumpur dan batu.

"Dinas PU yang ke sini tidak pernah memecahkan masalah, 20 tahun tinggal di sini, 20 tahun kondisi jalan rusak, mereka bangun drainase tertutup lumpur sehingga air hujan mengalir ke jalan sebabkan jalan rusak," kesalnya.

Infografis sampah Plastik di Indonesia dalam AngkaInfografis sampah Plastik di Indonesia dalam Angka. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Jalan rusak ini, lanjut Yusuf, sempat dipantau petugas Dinas PU dan diaspal. Namun, lapisan aspal itu terkelupas kembali usai hujan turun. "Masa orang teknik kerja kaya gitu, pekerjaan itu tak layak," cetus dia.

Terlebih, lanjutnya, jalan rusak ini pernah membuatnya menjadi korban kecelakaan mobil Jasa Raharja yang tak terkendali akibat turunan.

Selain itu, ada pula insiden truk sampah terguling dan menabrak tiang-tiang listrik ketika menanjak tanjakan saat mengangkut sampah. "Mobil sampah mungkin sekitar tiga sampai empat kali [kecelakaan]," ucapnya.

Untuk itu warga meminta pemkot Ambon segera mengaspal jalan rusak hari ini juga baru warga mengizinkan mobil sampah namun belum diaspal jangan bermimpi akses jalan dibuka.

"Kami menutup jalan sampai jalan ini di aspal, biar walikota ke sini kita menolak sampai jalan ini di aspal demi keselamatan warga," lanjutnya.

Sementara, Camat Teluk Ambon Baguala Leni Lekatompessy yang turun ke lokasi penutupan meminta warga untuk membuka akses jalan dan berjanji masalah ini akan secepatnya disampaikan kepada Pemkot Ambon.

"Akan kami koordinasikan masalah ini kepada pemkot Ambon, warga diminta menahan diri, kami dari sini langsung sampaikan ke pemkot Ambon agar secepat jalan di aspal sehingga truk sampah bisa beroperasi," kata dia, Senin (27/9).

(sai/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK