Massa Aksi BEM SI Bubarkan Diri dari Kantor KPK

CNN Indonesia
Senin, 27 Sep 2021 15:59 WIB
Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan GASAK membubarkan diri di sekitar Gedung Merah Putih KPK, sekitar pukul 15.22 WIB. Massa aksi demo dari BEM SI tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (27/9). (CNN Indonesia/ Ryan Hadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) membubarkan diri dari aksi menyampaikan pendapat di sekitar Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Jakarta Selatan, pukul 15.22 WIB. Mereka mengakhiri demonstrasi tak lama setelah mendapat represi dari aparat kepolisian yang sejak awal membuat barikade.

"Jam 3 kita putuskan hasil rembuk bersama apa pun yang terjadi kita merangsek masuk. Tapi, akhirnya lebih banyak yang terluka dan berdasarkan dari forum presiden-presiden mahasiswa, kita putuskan untuk mengakhiri aksi untuk nantinya kembali melanjutkan aksi di hari-hari selanjutnya," ujar humas massa aksi BEM SI dan GASAK, Joji Kuswanto, Jakarta, Senin (27/9).

Joji mengungkapkan pihaknya akan kembali lagi ke Gedung Merah Putih KPK sampai tuntutan pembatalan pemecatan 57 pegawai KPK-- termasuk Novel Baswedan-- diakomodasi oleh pimpinan KPK.


Sebelum membubarkan diri, perwakilan mahasiswa sempat membacakan sejumlah tuntutan. Pertama, mereka menyayangkan sikap kepolisian yang tidak memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bisa menyampaikan aspirasi di depan Gedung Merah Putih KPK.

Kedua, mereka menyayangkan sikap represif aparat kepolisian dalam mengawal aksi. Hal itu, kata dia, dibuktikan dengan beberapa mahasiswa yang mendapatkan luka.

Ketiga, mereka menyayangkan langkah Ketua KPK Firli Bahuri yang menghindari mahasiswa dengan memilih melakukan perjalanan dinas ke Jambi.

"Kami BEM Seluruh Indonesia akan kembali ke jalanan dalam waktu dekat dengan jumlah massa yang lebih besar," ucap dia.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung, merapatkan barisan untuk turun ke jalan dan menyampaikan tuntutan yang hari ini belum bisa kami capai," sambungnya.



"Untuk hari dan rencana aksi selanjutnya nanti akan didiskusikan lagi bersama teman-teman mahasiswa," tuturnya.

BEM SI dan GASAK memulai aksi pada hari ini sekitar pukul 10.38 WIB. Mereka tidak berhasil menyampaikan aspirasi di depan kantor KPK lantaran mendapat pengadangan dari aparat kepolisian. Dalam beberapa momen, aksi menyampaikan pendapat diwarnai dengan kericuhan.

Adapun KPK enggan menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut. Lembaga antirasuahlebih memilih melanjutkan tugas-tugas pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"KPK tetap fokus terhadap kerja-kerja pemberantasan korupsi sehingga kami tidak ingin berdinamika menanggapi isu ini," ujar Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Senin (27/9).

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh BEM SI dan GASAK dilakukan untuk menuntut pembatalan pemecatan 57 pegawai KPK pada 30 September mendatang. Termasuk Novel Baswedan.

Adapun aksi turun ke jalan ini merespons sikap diam Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap surat yang telah disampaikan mahasiswa. Sebelumnya, mahasiswa meminta Jokowi memulihkan status para pegawai yang akan dipecat.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri tengah berada di Jambi. KPK mengklaim agenda Firli di Jambi sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. Kegiatan itu dalam rangka pelaksanaan program pemberantasan korupsi terintegrasi di Jambi.

(ryn/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER