Demokrat Ungkit Bantuan AHY ke Anak Yusril di Pilkada 2020

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 10:30 WIB
Politikus Demokrat, Rachland Nashidik heran dengan sikap Yusril Ihza Mahendra yang seolah buta dan mau membantu kubu Moeldoko. Politikus Demokrat, Rachland Nashidik heran dengan sikap Yusril Ihza Mahendra yang membantu kubu Moeldoko. Padahal, anak Yusril pernah dibantu AHY di Pilkada 2020 lalu (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik mempertanyakan alasan Yusril Ihza Mahendra yang mau menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko menggugat AD/ART ke Mahkamah Agung. Menurut Rachland, Yusril sudah merasakan manfaat dari AD/ART itu.

Dia menyebut Yusril sudah mendapat manfaat dari AD/ART Demokrat, yakni saat anaknya, Yuri Kemal Fadlullah menjadi peserta di Pilkada Belitung Timur pada 2020 lalu. Kala itu, Yuri diusung Demokrat.

"Yusril sudah mendapat kemanfaatan dari AD/ART Demokrat saat ia memiliki kepentingan terhadap karir politik anaknya," kata Rachland dalam keterangan tertulis, Selasa (28/9).


Rachland tak yakin Yusril membela kubu Moeldoko dengan alasan demokrasi yang lebih sehat. Rachland lebih yakin Yusril mau menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko karena tawaran pekerjaan.

Rachland mengakui keilmuan dan pengalaman Yusril di bidang hukum tata negara dan politik. Namun, ia heran Yusril menggunakan kemampuannya untuk mendukung Moeldoko dkk.

Padahal, kata Rachland, gelagat kubu Moeldoko jelas-jelas sarat dengan kejanggalan lantaran ingin mengambilalih Partai Demokrat secara paksa.

"Yusril bukan cuma profesor hukum tata negara. Ia juga politisi karatan. Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Menteri pada tiga pemerintahan. Tapi kenapa tiba tiba saja ia tak bisa melihat relasi kuasa di balik peristiwa politik yang sedang menghajar Demokrat?" kata Rachland.

Sebelumnya, empat orang mantan kader Partai Demokrat mengajukan uji materi terhadap Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA). Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukumnya.

Kader Demokrat lantas mulai mengkritik keputusan Yusril. Yusril tak tinggal diam dan memberikan tanggapan serta klarifikasi mengapa dirinya mau menjadi kuasa hukum kader kubu Moeldoko.

"Sia-sia menggunakan jurus dewa mabuk menghadapi persoalan ini. Para hakim agung tidak akan mempertimbangkan ocehan politik yang mencoba menarik-narik persoalan ini ke sana ke mari," dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9).

(dhf/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK