Politikus PKB hingga Gerindra Desak Mensos Risma Ikut Terapi

CNN Indonesia
Selasa, 05 Oct 2021 14:41 WIB
PKB mengaku menerima kabar gaya meledak-ledak Risma kembali kambuh sehingga menyarankan agar Risma bisa menjalani terapi kesabaran. Ramai kritik usai Mensos Risma marah-marah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid melayangkan kritik kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini usai gaya marah-marahnya saat kunjungan di Gorontalo, menjadi sorotan beberapa waktu terakhir.

Jazilul mengaku telah menerima kabar gaya meledak-ledak Risma itu kembali kambuh. Ia menyarankan agar Risma bisa menjalani terapi kesabaran.

"Saya mendapatkan kabar bahwa Bu Risma marah-marah kembali, ini kambuh terus. Menurut saya mungkin Bu Risma perlu ikut terapi kesabaran," kata Jazilul dalam keterangannya, Selasa (5/10).


Anggota Komisi III DPR itu menyayangkan gaya marah-marah yang dilakukan Risma. Menurut dia, gaya tersebut tak efektif dalam memberikan instruksi atau saran sebab justru bisa menimbulkan ketersinggungan.

Jazilul menilai gaya Risma tak elok dimiliki oleh seorang pejabat. Sebab, sikap demikian seolah-olah meremehkan kemampuan bawahan, apalagi sampai menuding-nuding dan menganggap semua orang bodoh.

"Menurut saya tidak elok kalau pejabat negara terus, hanya untuk memberikan nasihat saja dengan nada menuding-nuding seperti orang itu semuanya bodoh, seperti orang itu semuanya tidak mampu," katanya.

Kritik yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kepada politikus PDIP itu. Menurut Fadli, perilaku marah-marah Risma di depan publik dengan kekerasan verbal sudah melampaui batas.

Anggota DPR RI itu juga menyarankan agar Risma ikut terapi kemarahan.

"Marah-marah juga tak selesaikan masalah. Sebaiknya segera ikut terapi "anger management" (manajemen kemarahan)," kicau @fadlizon di akun twitter pribadi.

Amarah Risma kembali meledak saat mengikuti rapat dengan sejumlah pejabat provinsi Gorontalo akhir September lalu. Dalam sebuah video yang beredar, mantan Wali Kota Surabaya itu terlihat menudingkam jari kepada seorang pendamping bansos Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Gorontalo.

Diduga, Risma tak terima pihaknya disebut mencoret data penerima bansos sehingga bantuan tak tepat sasaran.

"Jadi bukan kita coret ya! Tak tembak kamu ya, tak tembak kamu!" ujar Risma dalam video yang diunggah akun Twitter @numadayana, pada Kamis (30/9).

(thr/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER