4.355 Aparat Amankan Pilkades Serentak Tangerang 10 Oktober

CNN Indonesia
Kamis, 07 Oct 2021 11:01 WIB
Ada 77 desa yang menggelar pilkades secara serentak di Kabupaten Tangerang pada Minggu, 10 Oktober 2021. Calon kades yang ikut mencapai 306 orang. Simulasi PIlkades Serentak Kabupaten Tangerang digelar di Kantor Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Senin (4/10/2021). (CNNIndonesia/Eko)
Tangerang, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, menyiagakan sebanyak ribuan personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades serentak pada 10 Oktober 2021 pekan ini. Terdapat 77 desa di Kabupaten Tangerang yang akan melaksanakan pencoblosan Pilkades serentak pada akhir pekan ini tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana mengatakan, 4.355 personel yang dilibatkan dalam pengamanan Pilkades serentak tersebut merupakan personel gabungan terdiri dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Tangerang.

"Ada 4355 personel gabungan," ujar Dadan saat dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, Rabu (6/10).


Ribuan personel tersebut akan dikerahkan ke 1.178 TPS dari 26 Kecamatan yang menggelar Pilkades tersebar di Kabupaten Tangerang. Penguatan personel pengamanan itu, 2.080 personel berasal dari Polres Kota Tangerang, 735 personel Polres Tangsel dan 780 personel Polres Metro Tangerang.

"Sementara personel TNI yang telah disiapkan sebanyak 500 personel dan 260 personel Satpol PP Kabupaten Tangerang," ungkapnya.

Sebagai informasi, dari 77 desa Pilkades serentak tersebut ada 306 calon yang menjadi peseta. Dadan mengatakan salah satu sorotan dari aparat gabungan saat mengamankan Pilkades di masing-masing desa adalah memastikan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dijalankan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang pun menyimulasikan Pilkades serentak pertama di wilayah itu dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Simulasi tersebut digelar di Kantor Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Senin (4/10).

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, simulasi ini melihat seberapa ketat protokol kesehatan di TPS yang telah ditentukan. Selain Protokol kesehatan, ia berharap nantinya masyarakat tidak menimbulkan kerumunan dilokasi TPS, setelah menggunakan hak pilihnya langsung pulang ke rumah masing-masing.

"Kita lakukan simulasi, sejauh mana protokol kesehatan diterapkan di setiap TPS yang nantinya semua pemilih datang menggunakan hak pilihnya," ujar Maesyal.

(ekm/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER