PSI Surabaya Dipolisikan Atas Dugaan Korupsi Dana Banpol

CNN Indonesia
Jumat, 08 Oct 2021 04:19 WIB
PSI dipolisikan kadernya atas dugaan korupsi anggaran bantuan keuangan untuk partai politik atau dana banpol dan tanda tangan fiktif. PSI dipolisikan kadernya atas dugaan korupsi anggaran bantuan keuangan untuk partai politik atau dana banpol dan tanda tangan fiktif. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Surabaya, CNN Indonesia --

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengadukan partainya atas dugaan korupsi anggaran bantuan keuangan untuk partai politik atau dana banpol dan tanda tangan fiktif.

Laporan itu diklaim telah dilayangkan Ketua DPC PSI Kecamatan Sambikerep Surabaya Dino Wijaya, ke Polda Jatim. Sedangkan terlapornya yakni Ketua DPD PSI Surabaya Yusuf Lakaseng dan sejumlah pengurus lainnya.

"Sesuai dengan arahan pihak kepolisian, dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan ke Tipidkor Polda Jatim juga," ujar Feldo Keppy, pengacara Dino Wijaya, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/10).


Dugaan korupsi yang dimaksud adalah pencairan dana bantuan politik. Ia menyebut dugaan korupsi itu masih satu rangkaian dengan pemalsuan tanda tangan yang sudah pernah dilaporkan sebelumnya.

"Masih satu rangkaian di kasus pemalsuan tanda tangan. Kan di kasus itu ada titik terang yang ada dugaan korupsi pencairan dana banpol," katanya.

Meski demikian, Feldo mengatakan kliennya tak tahu pasti berapa anggaran banpol yang diduga dikorupsi oleh jajaran pengurus PSI di Surabaya.

"Jadi kalau berapa yang dikorupsi kami tidak tahu," ucapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Yusuf Lakaseng mengaku tuduhan pemalsuan tanda tangan dan korupsi dana banpol tersebut adalah fitnah yang keji. Ia juga enggan berkomentar banyak soal dugaan tersebut.

"Saya sebenarnya malas nanggapin ini. Karena ini fitnah yang keji," kata Yusuf, kepada CNNIndonesia.com.

(frd/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER