Taufik Sentil Prasetio Edi: Masa yang Bohong Jadi Pak Anies?

CNN Indonesia | Senin, 11/10/2021 13:48 WIB
Penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI M Taufik mempertanyakan maksud Prasetio Edi Marsudi meminta Anies Baswedan berhenti berbohong soal dijegal lanjut Pilgub DKI. Penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mempertanyakan maksud Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhenti berbohong soal Pilgub DKI. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia --

Penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mempertanyakan maksud Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhenti berbohong soal dijegal lanjut Pilkada DKI.

Menurut Taufik, Anies tidak pernah mengatakan tentang pilkada DKI sengaja diundur agar dirinya tidak bisa maju kembali.

"Yang ngomong kan bukan Pak Anies. Pak Anies enggak pernah ngomong apa-apa," kata Taufik saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/10).


Taufik mengatakan pernyataan itu datang dari relawan, maka tidak tepat jika Anies yang disebut berbohong.

"Yang ngomong relawannya. Kalau relawan, masa yang bohong Pak Anies? Kalau itu pendapat relawan, namanya pendapat ya," katanya.

Sebelumnya, melalui keterangan tertulis, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Anies berhenti berbohong menyudutkan seolah pemerintah pusat sengaja memundurkan Pemilihan Gubernur sampai 2024.

Pras, sapaannya, mengatakan pelaksanaan Pilgub diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 yang disahkan setahun sebelum Anies menjadi Gubernur.

"Undang-Undang ini dibuat sebelum Anies terpilih menjadi Gubernur DKI. Jangan membuat seakan-akan Pemerintah Pusat mengundurkan Pilgub DKI untuk mengganjal ambisi politik Anies," kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik memberi  penjelasan terkait nama Calon wakil gubernur (Cawagub) DKI di  Fraksi Gerindra DPRD DKI, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. CNNIndonesia/Safir MakkiPenasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mempertanyakan maksud Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhenti berbohong soal dijegal lanjut Pilkada DKI. CNNIndonesia/Safir Makki

Dalam keterangan tertulisnya, dijelaskan bahwa pernyataan Pras tersebut terkait dengan pernyataan Anies soal kampanye ketika menjadi pembicara di acara PAN di Bali.

Pras juga mencantumkan pendapat loyalis Anies, Geisz Chalifah, yang pernah menyebut ada penjegalan terhadap Anies Baswedan, menjelang Pemilu 2024.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di acara PAN itu, pernyataan Anies yang sempat menyinggung soal tidak ada Pilgub 2022, bermula dari pertanyaan Politisi PAN yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani.

"Pembangunan di Jakarta sangat bagus. Sudah banyak yang dilakukan. Di balik prestasi Pak Anies banyak kritikan keras yang datang. Nah kita ingin tahu, artinya ada beberapa pihak yang tidak puas. Bagaimana bapak memandang itu?" tanya Zita.

Anies lalu menjawab bahwa selama memimpin Jakarta, pihaknya tidak pernah melakukan survei. Ia menyebut 23 janji telah dirumuskan dalam rencana kerja. Alih-alih mengecek soal kepuasan publik, ia mengaku lebih memilih melakukan pengecekan dalam eksekusi program.

Ia juga menyebut dalam 3-4 tahun kepemimpinannya, pemerintah berusaha menghadirkan program kesetaraan, keadilan hingga kebersamaan.

"Jadi, di Jakarta selama 3-4 tahun, semua saya konsentrasikan pada itu. Dulu rencananya, nanti tahun terakhir baru mulai kampanye. Ternyata enggak ada pilkada tahun depan, enggak ada pilkada. Jadi ya sudah kita kerja terus aja, gitu kan. Eggak ada kampanye tahun depan," ujar Anies

"Kan programnya begini, tiga tahun pertama kerja eksposur besar, tahun keempat mulai mendekati, maka dari itu ada survei dan lain-lain. Baru masuk tahun keempat dan tahun kelima persiapan untuk pilkada. Kalau pilkadanya enggak ada, ya sudah kita terusin aja kerja sampai akhir," ucapnya menambahkan.

(yoa/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK