Edy-Ijeck Lepas Kontingen STQ Terpisah, Pakar Singgung 2024

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 03:56 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan wakilnya Ijeck dinilai tengah mengalami dinamika komunikasi yang tak lepas dari kepentingan 2024. Gubernur-Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah sama-sama melepas kontingen STQ secara terpisah. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Medan, CNN Indonesia --

Pelepasan kontingen Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) secara terpisah oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan wakilnya Musa Rajekshah alias Ijeck dinilai sebagai dinamika komunikasi yang tak lepas dari kepentingan 2024.

Diketahui, pelepasan 20 kafilah asal Sumut untuk mengikuti STQ XXVI di Maluku Utara, yang akan digelar pada 14-23 Oktober, dilakukan sebanyak dua kali.

Pelepasan pertama dilakukan oleh Edy di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis (7/10). Saat itu, ia berpesan kepada para qori/qoriah dan hafiz/hafizah, pendamping, dan pelatih untuk menunjukkan jati diri Sumut.


"Saya sangat bersyukur kita bisa terus meregenerasi qori/qoriah dan hafiz/hafizah. Penting memang kita bisa berprestasi di ajang nasional, tetapi yang lebih penting kita semakin banyak pencinta Alquran di Sumut," kata Edy dalam sambutannya.

Kemudian, 20 kafilah asal Sumatera Utara tersebut kembali dilepas oleh Wagub Sumut Ijeck di Masjid Ulul Albab, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Jalan Sutomo, Medan, Selasa (12/10).

Musa Rajekshah yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sumut itu berpesan agar peserta selama mengikuti seleksi dapat terus menjaga kesehatan.

"Insyaallah, kalau memang niat kita untuk membaca kalam suci Allah dan niat tulus untuk membawa harum nama provinsi yang kita cintai ini, mudah-mudahan perjalanan ini dilancarkan, dan keberhasilan nantinya," ungkapnya.

Setelah pelepasan ulang yang dilakukan Musa Rajekshah itu, muncul unggahan di akun media sosial Edy Rahmayadi yang menyinggung soal keharmonisan.

"Bergerak dengan langkah harmonis demi menjalankan amanah rakyat Sumut. Baik sebagai rekan kerja, sahabat bahkan saudara. Saya selalu memprioritaskan betapa pentingnya kekompakan dalam bekerja di pemerintahan, mewujudkan visi dan misi bersama demi memajukan Sumut Bermartabat," ucap Edy dalam akun Instagram @edy_rahmayadi, Rabu (13/10), yang disertai dengan unggahan poto Edy-Ijeck tengah berjalan bersama.

Terpisah, Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Warjio menilai fenomena ini tak terlepas dari upaya Pemilu 2024.

"Bahwa ada keinginan politik masing masing wajar, karena Pemilu 2024 sudah semakin dekat, dan masing-masing sudah mengukur kekuatan, dan mendapatkan pengalaman dari proses politik yang dilakukan," ucap Warjio kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/10).

Menurut Warjio publik bisa menilai bahwa Edy Rahmayadi dan Ijeck tidak seperti dulu lagi. Namun, ia mengingatkan keduanya tetap menjaga amanah.

[Gambas:Instagram]

"Misalnya dari agenda politik mereka dengan pengaruh Pemilu 2024 itu. Jadi saya kira memang ada perubahan, ada dinamika komunikasi di antara mereka. Itu tidak terhindari ya kepentingan dan agenda politik masing-masing dengan melihat latar belakang dan kekuatan mereka," tutur dia.

"Tapi mereka itu diberikan amanat oleh rakyat Sumut untuk memimpin sebagai gubernur dan wakil gubernur sampai dengan pemilu 2024 ke depan. Oleh karena itu mereka harus menjaga amanah itu," pungkas Warijo.

(fnr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK