Pengakuan Mahasiswa Korban Smackdown Polisi: Saya Membaik

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 11:14 WIB
Fariz, sang korban smackdown menjelaskan insiden tersebut di luar kendali dirinya. Ia mengungkapkan tidak pernah mengharapkan aksi berubah menjadi ricuh. Seorang Mahasiswa yang menjadi massa aksi unjuk rasa di Depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10) pingsan. Mahasiswa itu pingsan diduga setelah mendapatkan bantingan dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan aksi tersebut. (CNN Indonesia/Eko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mahasiswa UIN SMH Banten, Fariz, yang pingsan setelah dibanting ala smackdown oleh anggota kepolisian mengungkapkan kondisinya sudah sedikit membaik. Kabar tersebut disampaikan oleh korban di depan kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10) pukul 9 malam.

"Untuk kondisi saya hari ini, sedikit membaik, mungkin nanti akan saya laporkan lebih lanjut kondisi saya berikutnya," tutur Fariz dalam sebuah video yang diunggah oleh akun instagram Polres Kota Tangerang (@polreskotatangerang).

Fariz menambahkan bahwa insiden dalam aksi tersebut di luar kendali dirinya. Ia mengungkapkan tidak pernah mengharapkan aksi berubah menjadi ricuh.


Ia menuturkan bahwa tujuan dari aksi tersebut adalah menyampaikan aspirasi dan memberikan solusi kepada pemerinta Kabupaten Tangerang.

Kejadian pembantingan tersebut berlangsung ketika Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Tangerang.

Massa aksi yang merangsek masuk ke dalam gedung Bupati terhalang oleh puluhan aparat. Setelah aksi dorong terjadi, korban ditarik dari kerumunan dan dibanting.

Setelahnya, korban tampak tak berdaya hingga beberapa orang mendatanginya. Sedangkan, polisi yang melakukan smackdown tampak meninggalkannya.

Gambaran tersebut didapat dari video yang diunggah dan viral pada Rabu sore.

Saat ini, Brigadir NP, pelaku pembantingan mahasiswa, telah melakukan permintaan maaf kepada korban.

(cyn/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK