Deklarasi ANIES, PDIP DKI Singgung Pemimpin Gagal dalam Ujian

CNN Indonesia
Jumat, 22 Okt 2021 15:06 WIB
PDIP menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum layak menjadi calon presiden karena belum berhasil menjadi pemimpin daerah. Ilustrasi PDIP. (Foto: Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penasihat Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengatakan Gubernur Anies Baswedan belum layak didukung menjadi calon presiden di Pilpres 2024.

Hal itu merespons deklarasi yang dilakukan relawan yang menamakan diri Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES).

"Kita mencoba merasionalisasi bahwa yang akan menjadi calon-calon itu adalah putra terbaik, pemimpin terbaik yang telah teruji, Anies dari ujian yang dilakukan kan ternyata gagal," kata Pantas saat dihubungi.

Penilaian itu didasarkan pada capaian program Anies yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Salah satu yang disorot adalah soal realisasi program rumah DP Rp0 yang jauh dari target.

Jika merujuk RPJMD 2017-2022, target program itu adalah membangun sekitar 230 ribu rumah. Sementara, mengacu pernyataan Anies baru-baru ini, tidak sampai seribu unit rumah yang telah terbangun.

"Jadi jangan menepuk air didulang, terpercik muka sendiri. Parameternya kan jelas, parameter untuk nilai keberhasilan, itu sangat jelas, baik secara secara kualitas maupun kuantitatif, pedoman pertama ya itu RPJMD," katanya.

Sebelumnya, kelompok relawan yang menamakan diri Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) resmi mendeklarasikan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi Presiden RI pada Pilpres 2024.

Mereka menilai Anies telah berhasil memimpin Ibu Kota sehingga layak untuk maju. Deklarasi dilakukan di Gedung Joang, Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (20/10).

"Kami anak muda dari berbagai komponen siap mendukung Anies Rasyid Baswedan [menjadi] Presiden 2024. Anies for presiden," kata Koordinator ANIES La Ode Basir di lokasi deklarasi.

Anies selalu berada di urutan teratas dalam beberapa hasil survei elektabilitas capres 2024.

Terbaru, berdasarkan survei Litbang Kompas pada 26 September hingga 9 Oktober 2021 dinyatakan Anies memiliki elektabilitas sebesar 9,6 persen.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu kalah dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang berada di peringkat satu dan dua dengan perolehan elektabilitas sejajar, yakni 13,9 persen.

Terkait kritik soal capaian pemerintahannya, termasuk soal rapor merah dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Anies menyebut itu untuk perbaikan ke depan.

"Ini menjadi bahan yang sangat bermanfaat bagi kami untuk kami terus-menerus melakukan perbaikan, untuk terus melakukan koreksi sehingga kita bisa memastikan bahwa kota ini bisa maju dan warganya bahagia," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (19/10).

(dmi/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER