Pemodal Pinjol Ilegal di Wonogiri Dibekuk Polisi

CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 16:41 WIB
Pemodal perusahaan pinjol ilegal KSP SAB, yang memicu ibu rumah tangga di Wonogiri bunuh diri, dibekuk polisi Ilustrasi Bareskrim Polri. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemodal perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang diduga terlibat dalam penagihan utang hingga mengakibatkan ibu rumah WPS (38) di Wonogiri, Jawa Tengah, bunuh diri, ditangkap.

Dalam hal ini, perusahaan dimaksud ialah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) bernama Solusi Andalan Bersama (SAB). Dimana, salah satu aplikasi yang digunakan bertajuk 'Fulus Mujur'.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen Helmy Santika menyebut tersangka JS merupakan pemodal pinjol sekaligus fasilitator WN China yang juga merupakan pemodal perusahaan rentenir itu.


"Ditangkap saudara JS yang merupakan fasilitator WNA Tiongkok, perekrut masyarakat untuk menjadi ketua KSP maupun direktur PT yang fiktif yang digunakan sebagai operasional pinjol ilegal, dan juga sebagai pemodal," kata dia, kepada wartawan, Jumat (22/10).

Namun, Helmy belum menjelaskan lebih jauh soal posisi WN China tersebut dalam perusahaan pinjol ilegal itu. 

Selain itu, kata dia, perusahaan tersebut memiliki aplikasi pinjol lain yang bernama 'Pinjaman Nasional'. Aplikasi tersebut merupakan salah satu yang tersangkut ke ibu rumah tangga tersebut.

Helmy menjelaskan bahwa ada dua kesamaan modus operandi yang dilakukan oleh kedua aplikasi tersebut. Sehingga, penyidik berhasil menangkap tersangka berinisial JS itu.

"Pengungkapan ini terkait dengan penanganan laporan terkait pinjol KSP SAB yang mengelola berbagai macam aplikasi pinjol," jelasnya.

Pada Juli 2021, korban menerima informasi pinjaman tersebut lewat SMS. Perusahaan mengiming-imingi korban dengan bunga rendah dan tenor waktu yang panjang tanpa ada pemotongan biaya.

Korban pun tertarik dan mengunggah aplikasi pinjol tersebut. Ia kemudian memverifikasi data dirinya dan mengajukan pinjaman sebesar Rp1,2 juta dengan tenor 91 hingga 140 hari.

"Beberapa saat kemudian korban menerima beberapa pinjaman bervariasi antara Rp1,2 juta sampai dengan Rp1,6 juta dan tenor 7 hari tanpa adanya persetujuan dari korban serta korban merasa kaget karena mendapatkan banyak kiriman uang," ucapnya.

Lima hari kemudian, korban menerima pesan ancaman dari beberapa nomor tak dikenal yang melakukan penagihan utang. Pesan itu disertai dengan pengancaman.

Korban pun tak merespons penagihan tersebut karena merasa tak sesuai dengan perjanjian awal yang dilakukan. Setelah beberapa waktu, korban diberitahu oleh keluarga korban bahwa dirinya mendapat pesan penghinaan dan pencemaran terkait pinjaman itu.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke kepolisian hingga akhirnya dilakukan pengembangan. Selain JS, polisi juga menangkap Ketua KSP Solusi Andalan Bersama berinisial MDA dan SR.

Dari MDA, Pihaknya menyita akte pendirian KSP Solusi Andalan Bersama, perjanjian kerjasama dengan payment gateway, ponesl, uang Rp20,4 miliar pada rekening bank atas nama KSP Solusi Andalan Bersama, uang senilai Rp 11 juta pada rekening bank atas nama KSP Solusi Andalan Bersama.

"Dari SR disita HP," imbuh Helmy.

Ia mendorong agar masyarakat dapat langsung menghubungi melapor ke polisi lewat nomor hotline apabila menemukan praktek pinjol ilegal. "0812-1001-9202 nomor hotline untuk terima SMS dan WA pengaduan," tandas dia.

(mjo/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER