Kemenkes: Tagihan Nakes Cuma untuk Insentif yang Terima Dobel

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Okt 2021 15:28 WIB
Kemenkes mengakui polemik lebih transfer terjadi karena ketidaktelitian saat menarik data insentif nakes di sejumlah daerah. Ilustrasi tenaga kesehatan. (AP/Achmad Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan menegaskan pihaknya hanya meminta pengembalian lebih bayar insentif tenaga kesehatan (nakes) bagi mereka yang menerima dua kali pembayaran (double transfer) pada bulan sama.

Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, Trisa Wahjuni Putri meluruskan bahwa pengembalian lebih transfer tak berlaku untuk semua nakes, sehingga ia meminta nakes yang tak mendapat transfer dua kali untuk tidak khawatir bakal ditagih hak insentifnya.

"Kami ingin sampaikan bahwa pengembalian insentif ini hanya ditujukan pada tenaga kesehatan yang menerima double transfer dari Kemenkes, artinya menerima double pembayaran di bulan sama," jelasnya pada konferensi pers daring, Sabtu (23/10).

Dia menduga polemik lebih transfer terjadi karena ketidaktelitian saat menarik data insentif nakes. Selain itu, ia mengakui memang secara sistem dilakukan perubahan mekanisme penarikan data yang mengakibatkan double transfer.

Trisa enggan menyampaikan berapa banyak nakes yang mendapat lebih bayar dan berapa nilai lebih transfer tersebut. Ia juga tak menjelaskan sejak kapan mulai terjadi lebih bayar dari Kemenkes ke nakes.

"Memang dalam mekanisme pembayaran insentif ada proses teknis yang perlu ketelitian, mungkin dalam penarikan data ini ada persoalan," kata dia.

Kendati meminta nakes mengembalikan lebih bayar insentif, namun ia menyatakan pemerintah tak bakal memberi sanksi bagi nakes yang tak mengembalikan lebih bayar.

"Kami tidak ingin memberikan sanksi bagi tenaga kesehatan, kami yakin nakes sudah mendapat sesuai haknya, kami tidak akan memberikan sanksi," jelasnya.

Sebelumnya, Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dr Lia G Partakusuma membenarkan permintaan pengembalian lebih bayar insentif nakes. Persi akan meminta penjelasan dari Kemenkes terkait laporan BPK yang menyatakan 'kelebihan pembayaran' di insentif nakes.

"Kami mendengar adanya pertemuan tadi pagi yang mengundang 447 RS (rumah sakit) dan Puskesmas tentang kelebihan bayar nakes. Kami akan meminta penjelasan serta mempelajari penyebab hal tersebut," kata Lia seperti dikutip dari Detik.com, Jumat (22/10).

Ia meminta pemerintah agar memberikan solusi serta meminta pemerintah bijaksana dalam mengeluarkan aturan.

"Mudah-mudahan ada jalan terbaik, karena nakes sudah mengeluarkan banyak energi dalam penanganan covid-19. Semoga pemerintah bisa lebih bijak, karena di era covid-19 ini banyak yang serba baru, dan banyak pedoman yang berubah," pungkasnya.

(wel/ain)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER