Polisi Belum Terima Laporan Wabup Bulukumba soal VC Seks

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Oct 2021 17:50 WIB
Polisi belum melakukan penyelidikan lantaran belum menerima laporan korban, dalam hal ini Wabup Bulukumba Edy Manaf. Ilustrasi pornografi. (iStockphoto/TARIK KIZILKAYA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf diduga menjadi korban pemerasan dengan modus video call seks (VCS). Namun, pihak kepolisian hingga saat ini belum menerima laporan terkait kejadian yang menimpa orang nomor di Bulukumba, Sulawesi Selatan ini.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono membenarkan jika pihaknya belum menerima laporan dari Wakil Bupati Bulukumba soal kasus pemerasan tersebut.

"Belum ada laporannya," kata Bayu kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/10).


Bayu mengatakan, pihaknya belum dapat melakukan penyelidikan terkait kasus pemerasan yang dialami oleh politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Sebab, pihak kepolisian belum menerima laporan korban.

"Iya belum ada saya terima laporannya. Kalau ada laporannya pasti kami segera proses," jelasnya.

Kasatreskrim Polres Bulukumba pun meminta untuk setiap warga yang menjadi korban pemerasan dengan modus video call seks tersebut agar dapat langsung melaporkan kejadian itu.

Sebelumnya, Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf, menjadi salah satu korban kasus pemerasan dengan modus video call seks (VCS) yang tengah marak terjadi di kabupaten di Sulawesi Selatan tersebut.

Edy menjelaskan dirinya menjadi korban pemerasan setelah mendapatkan panggilan melalui aplikasi Facebook Messenger sekitar dua minggu lalu. Edy yang mengangkat panggilan tersebut kaget saat melihat tampilan gambar yang tak senonoh.

"Dia ajak berkomunikasi dan langsung tindis itu (screenshot) dan yang muncul foto tidak senonoh," kata Edy saat dikonfirmasi, Sabtu (23/10).

Politisi Partai Amanat Nasional itu mengaku langsung menutup telepon karena kaget. Namun, pelaku lebih cepat melakukan tangkapan layar pada saat video call.

"Kebetulan (saat panggilan) itu kepala aku kelihatan. Begitu kelihatan, dia langsung mengancam akan menyebarkan screenshot tersebut," ujarnya.

Mantan anggota DPRD Sulsel ini menyebut VCS itu sangat berbahaya karena bisa menjadi sebagai alat untuk melakukan pemerasan. Apalagi, kata dia, kejadian itu dialami banyak pihak.

"Banyak pejabat juga yang menjadi korban. Cuma tidak berani menyampaikan," katanya.

(mir/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER