Kapolda NTT Minta Guru Jadi Orang Tua, Tak Lakukan Kekerasan ke Siswa

CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 04:22 WIB
Terkait penganiayaan oleh oknum guru yang menewaskan siswa, Kapolda NTT Lotharia Latif meminta para pengajar bak orang tua, melindungi siswa tanpa kekerasan. Ilustrasi interaksi guru dan murid. (Foto: Zurijeta/Thinkstock)
Kupang, CNN Indonesia --

Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Lotharia Latif meminta para guru untuk melindungi siswa tanpa kekerasan verbal maupun fisik hingga melanggar pidana.

Hal itu dikatakannya terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru di Kabupaten Alor, NTT, yang menewaskan seorang siswa.

"Saya mengingatkan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi di NTT," kata Lotharia, dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (27/10).


"Guru juga harus bisa menjadi orang tua sebagai pelindung bagi para siswa tanpa harus melakukan kekerasan baik secara lisan maupun secara fisik kepada para murid," lanjutnya.

Lotharia berharap agar berkaca dari dugaan kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap siswa di SMP Negeri Padang Panjang, Kecamatan Alor Timur harus menjadi pembelajaran dan kejadian terakhir di NTT.

"Ini harus jadi pembelajaran yang mahal dan kejadian terakhir di NTT, jangan karena emosi tugas mulia guru malah berubah menjadi pelanggaran pidana," jelasnya.

Kapolda Lotharia pun mengklaim pihaknya menangani kasus dugaan kekerasan tersebut secara profesional dan proporsional. "Percayakan proses hukum kepada polisi," tandasnya.

Sebelumnya, guru SMP Negeri Padang Panjang, Alor Timur, SK alias Stev (40) diduga menganiaya MM (13), siswa kelas VII, lantaran tidak mengerjakan tugas sekolah, Sabtu (16/10). MM kemudian meninggal pada Selasa (26/10).

(blo/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER