KPK Geledah Kantor Dinas PUPRPKP Tabanan Bali

kdf | CNN Indonesia
Rabu, 27 Oct 2021 22:50 WIB
Penggeledahan kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan diduga terakit Dana Insentif Daerah (DID) 2018. Ilustrasi. KPK geledah kantor Dinas PUPRPKP Tabanan Bali (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tabanan, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan, Bali, Rabu (27/10) sore.

Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan I Made Yudiana membenarkan penggeledahan tersebut. Ia menyebut kedatangan KPK untuk menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2018.

"Melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen-dokumen yang diduga ada kaitannya pokok perkara. Itu saja yang secara singkatnya Dana DID 2018," kata Yudiana, Rabu (27/10).


Ia juga menyampaikan bahwa kemungkinan penggeledahan sebagai tindak lanjut Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di salah satu dirjen atau lembaga Kementerian di pusat.

"Mungkin menindaklanjuti terkait dengan OTT keuangan di pusat di kementerian apa dirjen. Sehingga, diduga ada pejabat negara yang dari Tabanan dalam artian terlibat sehingga beliau bapak-bapak tadi melakukan tugasnya melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen-dokumen," imbuhnya.

Yudiana juga menyampaikan, ada 90 dokumen yang dibawa penyidik KPK yang berkaitan dengan kontrak kerja yang berkaitan penggunaan DID.

"Banyak, itu itemnya iya 90, dokumen ada kontrak kerjanya." ujar Yudiana.

"Beliau (penyidik KPK) tidak ada bertanya fokus pada dokumen. Beliau-beliau memeriksa dokumen, mana yang terkait (DID), memilah-milah tidak ada pertanyaan dan pertama menjelaskan ke kami tujuannya kemudian surat-surat tugasnya dan kami persilakan melakukan tugas-tugasnya," lanjutnya.

(kdf/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER