Mahasiswa UNS Tuntut Menwa Dibubarkan Buntut Diklatsar Maut

CNN Indonesia
Rabu, 27 Oct 2021 15:09 WIB
BEM UNS mendesak resimen mahasiswa (menwa) dibubarkan imbas kematian seorang mahasiswa dalam diklatsar. Menwa disebut tak punya urgensi akademis. Ilustrasi mahasiswa UNS demo bubarkan Menwa. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Solo, CNN Indonesia --

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menuntut Resimen Mahasiswa (Menwa) di kampus mereka dibubarkan menyusul meninggalnya Gilang Endi Saputra saat mengikuti Diklatsar. Keberadaan Menwa dinilai sudah tidak relevan dengan iklim akademik di universitas negeri di Solo itu.

Sejak kasus Gilang menjadi sorotan, pihak Menwa justru menghindar dari perhatian publik. Salah satu mahasiswa Fakultas Hukum, Zakky Musthofa menyayangkan pihak Menwa yang sama sekali tidak bersuara setelah Diklatsar yang menelan korban jiwa tersebut.

"Kami lihat tidak ada iktikad baik dari Menwa," katanya.


"Jangankan muncul di publik, ucapan belasungkawa atau permohonan maaf juga tidak ada," lanjutnya.

Zakky yang juga menjabat Presiden BEM UNS menuntut Menwa UNS dibubarkan jika terbukti ada tindak pidana dalam kasus meninggalnya Gilang. Menurutnya Menwa sudah tidak relevan di lingkungan akademis yang seharusnya lebih mengedepankan pemikiran ketimbang fisik.

"Urgensi akademiknya agak kurang," katanya.

Zakky mengaku banyak mendengar anggota Menwa yang menceritakan kuatnya kultur senioritas di organisasi tersebut. Akibatnya, banyak terjadi kekerasan dan intimidasi di dalam Menwa sendiri.

"Hal-hal seperti itu sudah tidak layak di ruang lingkup akademis seperti di kampus," katanya.

Hal senada disampaikan mahasiswi Fakultas Ekonomi, Laras Sekar Kinanthi. Selama ini, Menwa dianggap sebagai organisasi mahasiswa yang melambangkan bela negara. Citra tersebut rusak setelah Gilang meninggal saat mengikuti kegiatan Menwa.

"Menurut saya bela negara bisa dalam bentuk lain, apalagi di masa globalisasi yang semuanya sudah serba digital seperti ini," katanya.

"Kalau sudah tidak ada urgensinya mending ditiadakan saja. Apalagi selama ini kalau diklat sering memakai kekerasan dan budaya senioritas," lanjutnya.

100 Lilin Simpati Untuk Gilang

Tuntutan pembubaran Menwa UNS juga disuarakan saat ratusan mahasiswa menggelar aksi 100 Lilin Solidaritas untuk Gilang, Selasa (26/10) malam. Aksi yang digelar di boulevard UNS setelah hujan deras mengguyur Kota Solo itu diikuti mahasiswa dari semua fakultas dan sekolah vokasi UNS.

"Kami atas nama Mahasiswa UNS melalui surat ini mendesak UNS untuk segera membubarkan Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa karena tidak memiliki urgensi pada kegiatan akademis," demikian tertulis dalam pernyataan sikap aksi tersebut.

Sikap tersebut muncul merespon keterangan Polda Jawa Tengah yang menyimpulkan Gilang meninggal karena pukulan di bagian kepala. Kesimpulan tersebut didasari atas hasil otopsi atas jenazah Gilang.

Mereka juga menuntut pertanggungjawaban dari UNS dan Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa (nama resmi Menwa UNS) atas meninggalnya Gilang. Tak hanya itu, mereka juga mendesak Polresa Surakarta agar melakukan penegakan hukum.

(syd/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER