Waketum Gerindra Jumpa Rocky Gerung Cs: Kita Lawan Oligarki

CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 21:08 WIB
Waketum Gerindra menyebut bahwa kepentingan bangsa saat ini hanya milik sejumlah pihak yang menguasai pemerintahan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Joko Juliantono jumpa aktivis. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menyinggung dominasi oligarki kekuasaan saat menjumpai sejumlah aktivis dalam peringatan 93 Tahun Sumpah Pemuda pada Kamis (28/10).

Dalam pertemuan yang digelar di kawasan Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan itu, Ferry menyebut bahwa kepentingan bangsa saat ini hanya milik sejumlah pihak yang menguasai pemerintahan. Bersama sejumlah aktivis yang hadir, dia bertekad untuk melawan dominansi oligarki kekuasaan tersebut.

"Setelah kita merdeka, hasilnya sekarang tidak untuk semua, bahkan bisa dikatakan tujuannya hanya untuk segelintir orang kemanfaatan bangsa ini kepada yang kita sebut sebagai oligarki itu," kata Ferry kepada wartawan.


"Oleh karena itu tadi kita membacakan resolusi salah satunya adalah kita akan melawan oligarki ini," tambahnya.

Ferry tak menjelaskan maksud oligarki yang dia sebut. Dia hanya menyampaikan bahwa pemerintah perlu mengutamakan kepentingan rakyat. Ia mengkritik kebijakan pemerintah yang kini dinilai lebih dekat dengan Tiongkok.

"Tadi dalam resolusi, disebutkan terlalu pro Beijing itu menimbulkan konsekuensi yang mengganggu kehormatan dan kedaulatan bangsa kita, dan konsekuensi yang diterima dan dirasakan oleh masyarakat Indonesia," katanya.

Adapun sejumlah aktivis yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, pakar hukum tata negara Refly Harun, ekonom senior Faisal Basri, hingga politikus Gerindra lain seperti Arif Poyuono.

Dalam kesempatan itu, mereka turut menyinggung sistem presidensial threshold yang berlaku saat ini sebagai penghambat demokrasi. Ferry bertekad untuk menghapus ambang batas pencalonan presiden, dari 20 persen menjadi 0 persen.

"Mudah-mudahan dengan tekanan dukungan dari kita semua masyarakat Indonesia yang ingin supaya presidential threshold itu bisa 0 persen, itu bisa dimenangkan," katanya.

(DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER