UPDATE CORONA 1 NOVEMBER 2021

Rangkuman Covid: Polemik Bisnis PCR hingga Vaksin Anak Usia 6-11

CNN Indonesia
Senin, 01 Nov 2021 17:32 WIB
Dari relaksasi syarat tes untuk penerbangan, dugaan kepentingan bisnis dalam tes PCR, hingga vaksin untuk anak 6-11 tahun. Berikut rangkuman Covid-19 hari ini. Ilustrasi tes swab untuk mengetahui risiko penularan virus corona. (CNN Indonesia / Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah RI memutuskan untuk memberikan relaksasi pada syarat penerbangan di Indonesia. Usai dalam dua pekan terakhir, pro dan kontra wajib melampirkan hasil negatif pemeriksaan skrining virus corona (Covid-19) Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) bagi calon penumpang pesawat ramai diperbincangkan warga.

Pemerintah kini memberikan lampu hijau bagi seluruh calon penumpang moda transportasi apapun untuk memilih syarat pemeriksaan baik itu melalui pemeriksaan RT PCR, maupun rapid test antigen.

Di sisi lain, pemerintah juga mengklaim terus berupaya meng-akselerasi capaian vaksinasi Covid-19 kendati grafik penambahan kasus mengalami penurunan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Terkini, pemerintah bakal memperluas sasaran vaksinasi hingga usia 6-11 tahun usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan lampu hijau pada hari ini.


CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut:

Polemik PCR dan Dugaan Keterkaitan Permainan Bisnis

Pemerintah akhirnya merelaksasi syarat peraturan tes Covid-19 untuk penerbangan, di mana semula wajib PCR kini boleh menggunakan antigen.

Di satu sisi, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kesehatan dan Keadilan mendesak agar pemerintah membuka informasi seluas-luasnya perihal besaran harga komponen dalam pemeriksaan skrining tes PCR di Indonesia.

Pasalnya, koalisi itu menduga ada keterkaitan bisnis terkait penetapan harga tes PCR sebelumnya. Tak terbukanya informasi mengenai penetapan harga itu pun disinyalir koalisi menyebabkan, "Keputusan kebijakan dapat diambil berdasarkan kepentingan kelompok tertentu. Artinya sejak Oktober 2020 Pemerintah diduga mengakomodir sejumlah kepentingan kelompok tertentu.

Sementara itu dari pihak Kemenkes lewat Sesditjen Yankes Azhar Jaykata membantah dugaan ada mafia-mafia dalam tes PCR.

"Ada mafia-mafia seperti itu tidak benar, jadi jangan tendensius ya. Kita semua sekarang sudah jamannya terbuka, pada awal 2021 dulu boleh cek harga reagen bisa dicari pasarannya. Jadi emang tinggi 2020, dan 2021 sudah mulai produksi ya turun harganya ya," ujar Azhar, Kamis (28/10).

Vaksin untuk Anak Usia 6-11

BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin virus corona produksi perusahaan asal China, Sinovac, pada sasaran anak usia 6-11 tahun.

Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut, penerbitan EUA itu telah melalui penilaian bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) terhadap data mutu vaksin yang mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional.

BPOM membuka peluang untuk menambah daftar beberapa vaksin covid-19 pada sasaran anak usia 6-11 tahun. Dengan begitu, capaian vaksinasi terhadap anak diharapkan bisa lebih luas lagi.

131 Kabupaten/Kota Alami Tren Kenaikan Covid

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut setidaknya 131 kabupaten/kota di Indonesia mengalami tren kenaikan kasus virus corona (Covid-19) dalam beberapa waktu terakhir. Dalam keterangan pers, Muhadjir mengatakan kenaikan tren itu seiring dengan penurunan kasus Covid-19 yang terjadi secara signifikan dalam 2-3 bulan terakhir.

Kendati demikian, Muhadjir tidak merinci detail ratusan kabupaten/kota itu. Ia kemudian mewanti-wanti seluruh pihak agar tetap waspada dalam mencegah ancaman gelombang tiga covid-19 yang diprediksi sejumlah ahli terjadi pada akhir atau awal tahun.

Di satu sisi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel (levelling) untuk menangani pandemi virus corona di Jawa-Bali yang dimulai sejak 19 Oktober lalu, berakhir hari ini, Senin (1/11). Sementara PPKM di luar Jawa-Bali berlaku selama dua pekan atau baru akan berakhir pada 8 November mendatang.

Jelang berakhir, tercatat sejumlah provinsi di Jawa-Bali mengalami fluktuasi kasus covid-19. Dihimpun dari data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 nasional selama periode 19-31 Oktober 2021, tercatat Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan penambahan kasus konfirmasi tertinggi.

Sementara Jawa Tengah (Jateng) menjadi provinsi dengan jumlah kematian warga akibat terinfeksi covid-19 terbanyak. Data tersebut merupakan kumulatif selama kurun waktu 13 hari terakhir ini.

Lihat Juga :
(khr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER